Tak ada kata BONEK bagi Surabaya dalam menarik turis asing

Patung Suroboyo 01Bonek atau bondo nekat, julukan populer bagi supporter bola Persebaya. Namun dalam urusan menjaring turis asing, Surabaya sangat serius, jauh dari ‘bondo nekat’ itu. Ya, dibandingkan tentangganya, Bali & Jogja, industri wisata Surabaya seakan berada dalam bayang-bayang popularitas kedua tujuan turis itu. Surabaya dan Jawa Timur sendiri sebenarnya memiliki nilai jual cukup untuk bisa mengejar tetangganya dalam menarik minat turis untuk datang. Bromo sudah cukup populer dan memiliki nilai jual tinggi. Kawasan Malang dan sekitarnya juga layak untuk didatangi turis asing. Sebagai kota industri dan jasa, Surabaya memiliki potensi untuk wisata sejarah, religi, budaya, dan belanja. Infrastruktur kota ini boleh dibilang sangat memadai, Surabaya juga memiliki akses bagus dari kota-kota lain di Indonesia dan bahkan negara-negara kawasan regional. Data terakhir menunjukkan Surabaya & Jatim ‘hanya’ menerima kunjungan turis asing kurang dari 10% dibandinglan Bali. Angka yang kecil dibandingkan dengan potensinya. Kendati industri wisata belum sekuat tentangganya, usaha pelaku industri wisata (pemerintah & swasta) boleh diacungi jempol. Apa yang mereka lakukan?

Continue reading

Advertisements

Suramadu, ikon baru wisata kota Surabaya

suramadu1Apa yang Anda pikirkan jika mendengar kata Surabaya atau Suroboyo? Ulah Bonek supporter Persebaya? Tunjungan Plaza, Rujak Cingur, Ludruk atau Rawon Setan? Atau kah, Jembatan Merah, Tugu pahlawan dan patung Suro & Boyo. Sejauh ini Surabaya memang sudah memiliki beberapa hal menarik, dan memiliki beberapa ikon. Kini, Surabaya sedang bersiap untuk menambah satu ikon lagi yakni, Suramadu. Jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini saya perkirakan akan menjadi aset penting wisata dan ikon baru kota Surabaya, bahkan bisa lebih kuat dari patung Suro & Boyo yang berada di depan Kebun Binatang dan yang segera selesai di Arena Ketabang di tepian Kalimas.

Continue reading