Tag Archives: Surabaya

Plaza Surabaya Hotel : Non-Smoking Hotel pertama di Surabaya

Anda yang peduli dengan kesehatan dan lingkungan dan menginginkan hotel bebas asap rokok, Plasa Surabaya Hotel dapat jadi pilihan saat menginap di Surabaya. Hotel ini dulunya adalah Radisson Surabaya Hotel dan kini dikelola oleh manajemen Prime Plasa Hotel bergabung dengan semua hotel ex-Radisson. Berlokasi di jantung kota Surabaya sehingga sangat dekat dengan distrik bisnis dan pusat belanja. Selain berada dalam satu lokasi dengan Plaza Surabaya hotel ini juga berhadapan langsung dengan World Trade Center Surabaya. Sebelum memutuskan menjadi hotel tanpa asap rokok, menurut pengakuan manajemen sudah melakukan survey atas tamu-tamu yang menginap. Dan jadilah Plaza Surabaya hotel pertama di Surabaya yang menetapkan tanpa asap rokok. Pada saat checkin tamu akan diberi tahu tentang kebijakan tanpa asap ini dan diminta untuk membubuhkan tanda tangan persetujuan. Denda ditetapkan sebesar 1 juta rupiah untuk tamu yang melanggar. Apa lagi yang unik dari hotel ini? Selengkapnya di Hotel Notes

Prime Royal Hotel Review : Sejumput oase di tengah Surabaya

‘Berjalan-jalan di sepanjang pertokoan, di Surabaya yang panas….’. Inilah sepenggal syair yang dulu sering dinyanyikan pengamen di bis-bis kota. Surabaya digambarkan sebagai kota yang panas. Tapi benarkah Surabaya itu panas? Suhu udara rata-rata memang berkata demikian, tapi kota ini sesungguhnya tampak sangat hijau akhir-akhir ini berkat program penghijauan yang cukup sukses. Ruang terbuka yang relatif sempit dimaksimalkan penggunaannya. Surabaya, menjelma menjadi kota jasa dan industri dan tak ubahnya seperti Jakarta dengan ukuran lebih kecil. Pusat-pusat bisnis baru bermunculan, mall-mall bertebaran, begitu juga dengan bisnis perhotelan sebagai penunjang kota jasa. Dulu hotel-hotel terkonsentrasi di tengah-tengah kota sepanjang jalan utama semacam Raya Darmo, Basuki Rahmad, Sudirman dan sekitarnya. Keterbatasan lahan dan pembukaan pusat bisnis baru memicu hotel-hotel baru di wilayah pinggir dan lokasi-lokasi yang tidak populer untuk berdirinya hotel. Dan salah satu hotel baru di Surabaya adalah Prime Royal Hotel, dan inilah review-nya. Continue reading Prime Royal Hotel Review : Sejumput oase di tengah Surabaya

Bandara Juanda-pun tampak mulai sesak

Juanda Airport adalah salah satu bandara terbaik di negeri ini. Terminalnya relatif baru dengan fasilitas sangat memadai. Tempat parkir juga luas. Di luar taxi bandara yang masih harus menggunakan taxi bandara, terdapat bus bandara yang menghubungkannya dengan terminal bus Purabaya. Bus dengan ukuran lebih kecil ini juga menggunakan armada baru. Dalam penilaian saya, manajemen bandara juga di atas rata-rata bandara di Indonesia. Bahkan toiletnya pernah dinobatkan sebagai toilet terbersih diantara semua bandara di Indonesia. Bandara ini juga menarik karena antara penumpang datang dan pergi mungkin bertemu. Tata letak ruang tunggunya sudah seperti bandar modern di luar negeri, dimana pemindai sinar x diletakkan sebelum masuk ruang tunggu. Namun pada tanggal 16 maret 2010, saat terakhir menggunakan Juanda Airport, bandara ini sudah tampak mulai sesak. Ada apa? Continue reading Bandara Juanda-pun tampak mulai sesak

Menebar jejaring turis dari Bali

Pura BesakihTak perlu lagi meragukan popularitas Bali bagi wisatawan asing. Bali adalah magnet kuat penarik turis untuk terus datang. Dan inilah penyebab  turis yang datang ke Bali juga rata-rata ‘repeater guest’, datang ke Bali bukan hanya sekali. Banyak dari mereka yang selalu rutin berlibur ke pulau ini. Sejatinya dengan kembalinya mereka ke Bali untuk kunjungan kedua dan seterusnya telah menunjukkan betapa kuatnya daya tarik pulau ini. Namun untuk jangka panjang, turis-turis yang rajin ke Bali ini perlu terus ditawarkan sesuatu baru. Inilah tantangan para pemangku kepentingan wisata Bali untuk terus menyajikan menu wisata baru. Kabar bagus telah datang yakni dengan mulai dibangunnya terminal internasional Ngurah Rai Airport. Bali juga membuka kesempatan bagi daerah-daerah di sekitar Bali untuk mengintegrasikan industri wisatanya dengan Bali. Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jogja, Jawa Barat selayaknya ikut memburu turis dari sini, Bali. Jejaring wisata dapat dimulai dari sini. Continue reading Menebar jejaring turis dari Bali

Tak ada kata BONEK bagi Surabaya dalam menarik turis asing

Patung Suroboyo 01Bonek atau bondo nekat, julukan populer bagi supporter bola Persebaya. Namun dalam urusan menjaring turis asing, Surabaya sangat serius, jauh dari ‘bondo nekat’ itu. Ya, dibandingkan tentangganya, Bali & Jogja, industri wisata Surabaya seakan berada dalam bayang-bayang popularitas kedua tujuan turis itu. Surabaya dan Jawa Timur sendiri sebenarnya memiliki nilai jual cukup untuk bisa mengejar tetangganya dalam menarik minat turis untuk datang. Bromo sudah cukup populer dan memiliki nilai jual tinggi. Kawasan Malang dan sekitarnya juga layak untuk didatangi turis asing. Sebagai kota industri dan jasa, Surabaya memiliki potensi untuk wisata sejarah, religi, budaya, dan belanja. Infrastruktur kota ini boleh dibilang sangat memadai, Surabaya juga memiliki akses bagus dari kota-kota lain di Indonesia dan bahkan negara-negara kawasan regional. Data terakhir menunjukkan Surabaya & Jatim ‘hanya’ menerima kunjungan turis asing kurang dari 10% dibandinglan Bali. Angka yang kecil dibandingkan dengan potensinya. Kendati industri wisata belum sekuat tentangganya, usaha pelaku industri wisata (pemerintah & swasta) boleh diacungi jempol. Apa yang mereka lakukan?

Continue reading Tak ada kata BONEK bagi Surabaya dalam menarik turis asing