Menapaki jejak sejarah Cambodia dari Siem Reap

Angkor Wat, Siem Reap

Setelah mengudara hampir 2 jam dari Singapore, pesawat Jetstar yang saya tumpangi mulai melakukan ‘final approach’. Dan pesawat Airbus 320 itu menurunkan ketinggian sehingga samar-samar terlihat daratan hijau. Tiada gedung jangkung terlihat, hanya sawah yang sebagian tergenang air. Cuaca mendung meskipun tidak pekat. Benar, gerimis tipis akhirnya menyambut saya di bandara Siem Reap Angkor yang sangat lengang. Sampailah saya di Cambodia, di Siem Reap. Siem Reap memiliki bandara kecil yang tertata rapi. Tidak ada pesawat lain yang mendarat berdekatan dengan waktu kedatangan pesawat saya. Tidak perlu antri untuk mengambil bagasi maupun pemeriksaan paspor. Semua lancar dan nyaman. Selepas keluar dari imigrasi saya sudah ditunggu jemputan dari hotel, tidak sulit untuk mendapatkan nama saya yang dibawa si penjemput. Ahaa…. saya diantarkan ke hotel dengan menggunakan tuk-tuk, kendaraan khas Cambodia semacam becak motor. Di tengah gerimis yang mengguyur Siem Reap, perjalanan 5 km menuju hotel melewati jalan mulus dan agak sepi kendaraan . Lokasi bandara tidak jauh dari pusat kota, hanya perlu melewati jalan bandara sebentar sebelum sampai National Highway 6 dan sesudahnya tinggal lurus untuk sampai pusat kota. Continue reading

Advertisements

Ingin jalan-jalan sambil berpetualang? Datanglah ke Cambodia

Negeri ini sering disebut sebagai Kamboja oleh orang Indonesia. Sebutan internasionalnya adalah Cambodia, dan merupakan satu-satunya negara berbentuk monarkhi konstitusional di Asia Tenggara. Saat disebut Cambodia kebanyakan orang akan teringat sejarah Khmer Merah. Dan memang, Cambodia ini adalah penerus kekhasisan Khmer yang menguasai kawaran ini di abad 11 hingga 14 silam. Berada di semenanjung Indochina, Cambodia berbatasan langsung dengan Thailand di sisi barat, dengan Republik Laos di utara, dengan Vietnam di timur dan teluk Thailand di selatan.

Diantara negara-negara di Asean, Cambodia berada di deretan bawah negara dengan penghasilan rendah. Pada tahun 2011, World Bank mencatat pendapatan per kapita negeri ini masih berada di $ 830 per tahun.  Bandingkan dengan Indonesia yang sudah menyentuh $ 3.495 per capita di tahun yang sama. Letak Cambodia sebenarnya sangat strategis baik dari sisi geografis maupun ekonominya. Posis strategis juga berlaku untuk industri wisata. Cambodia berada sangat dengan Thailand yang merupakan salah satu pusat turis di Asia, juga berdekatan dengan Vietnam yang mulai menjadi tujuan wisata populer baru di Asia. Negeri ini juga mudah dijangkau dari kedua pusat turis Asia itu. Nah jika Anda ingin jalan-jalan dan sekaligus berpetualang, cobalah datang ke Cambodia. Continue reading

Cambodia : Pilihan liburan murah di Asia

Cambodia bertetangga dengan Vietnam, juga berbatasan langsung dengan Thailand. Negara yang berbentuk kerajaan ini berada diantara keduanya. Ketiga negara bertetangga ini memiliki pertalian sejarah yang kuat. Namun dibanding tetangganya, industri wisata Cambodia masih berada di urutan terakhir. Thailand yang sukses dengan industri wisata sebagai kontributor ekonomi. Menyusul Thailand, dalam sepuluh tahun terakhir Vietnam juga sangat serius mengembangkan industri wisatanya. Alhasil, Ho Chi Minh City, Da Nang & Halong Bay Hanoi sudah menjadi tujuan populer turis di kawasan Indo China. Cambodia sendiri memiliki nilai jual tinggi dengan Angkor Wat dan Pnom Penh. Keduanya juga mulai dikenal sebagai tujuan wisata dunia. Posisinya sangat strategis berada di dekat distribusi turis di Asia, dekat dengan Bangkok. Sebagai persiapan kunjungan ke Cambodia, saya googling tentang Cambodia. Ternyata, di luar biaya pesawat, melancong ke Cambodia relatif murah dan layak dijadikan alternatif tujuan liburan. Berikut beberapa catatan awal tentang melancong ke Cambodia (foto : angkor-cambodia.org). Continue reading