Tag Archives: Risk profile

Menakar seberapa cocok Anda berbisnis dengan pola franchise

DSC_7941Anda punya uang, Anda beli franchise. Dan sim-salabim, Andapun jadi pengusaha. Ya, mungkin bisa secepat dan semudah itu karena franchise dapat menjadi salah satu cara cepat untuk memulai bisnis. Pada artikel sebelumnya telah disinggung bahwa disamping menyisakan kerugian-kerugian, berbisnis dengan franchise juga memiliki banyak keuntungan, yakni dalam hal kemudahan dalam memulai berbisnis. Memulai bisnis franchise bisa lebih cepat disebabkan franchise lebih sebagai duplikasi dari sistem bisnis yang teruji. Anda juga dapat langsung menjalankan bisnis dalam beberapa outlet sekaligus. Dan Andapun juga tidak perlu repot-repot menyiapkan teknologi informasi, riset pasar, pemasaran, pasokan, sistem keuangan, dan banyak hal lagi. Namun, meskipun tampak sangat mudah, bisnis franchise ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Mengapa? Continue reading Menakar seberapa cocok Anda berbisnis dengan pola franchise

Berinvestasi di Reksadana dan biaya-biayanya (Reksadana Part-4)

Financial02Setelah mengenal jenis reksadana berikut risikonya, sekarang saatnya mengenal bagaimana caranya berinvestasi di reksadana. Di pasar, telah tersedia begitu banyak produk reksadana kelolaan berbagai Manager Investasi (MI). Koran-koran bisnis, seperti Bisnis Indonesia, Investor Daily dan Koran Kontan, memuat perkembangan produk reksadana ini tiap hari. Sebelum menentukan produk yang sesuai untuk Anda, anda baiknya ikuti tips ringkas berikut. Continue reading Berinvestasi di Reksadana dan biaya-biayanya (Reksadana Part-4)

Mengenal manfaat dan risiko reksadana (Reksadana Part-3)

reksadana31Industri reksadana di Indonesia telah melewati masa-masa pasang surut. Investor reksadana pernah melakukan redemption besar-besaran yang mengakibatkan terjadi rush dan menyebabkan nilai aktiva bersih terus merosot. Kondisi pasar finansial, khususnya pasar saham terjun bebas sepanjang 2008 lalu, ini menyebabkan NAV reksadana saham dan campuran ikut-ikutan longsor. Kasus terakhir yang hingga saat ini masih belum tuntas adalah kasus reksadana Artaboga. Reksadana Artaboga sendiri lebih banyak disebabkan oleh kriminal pengelolanya. Reksadana Artaboga ini ternyata dikelola tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, dimana portofolionya tidak dikelola oleh Bank Kustodian sebagaimana seharusnya. Dalam kasus terakhir, investor juga mengambil peran karena membeli reksadana tanpa mengetahui bagaimana reksadana tersebut dikelola. Namun, jika Anda membeli reksadana legal (bisa dilihat pada publikasi di media masa), resiko tersebut dapat diminimalkan. Tetap harus diingat adalah produk reksadana memiliki risiko, tidak seperti deposito yang dalam jumlah tertentu ditanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Apa saja risikonya? Continue reading Mengenal manfaat dan risiko reksadana (Reksadana Part-3)