Oleh oleh dari Ho Chi Minh City Vietnam

Berlibur dan oleh-oleh ibarat keping mata-uang. Kemanapun liburannya selalu ada oleh-oleh yang bisa dibawa. Oleh-oleh bisa berupa souvenir yang bisa mengingatkan perjalanan Anda. Oleh-oleh liburan ini ternyata tidak dimonopoli oleh pelancong Asia, pelancong dari negara manapun terlihat membawa oleh-oleh ini meskipun berbeda dalam jumlah dan harga.

Khusus tentang oleh-oleh ini, pelancong Indonesia biasanya memberikan perhatian dan porsi belanja cukup besar. Bahkan sudah membawa daftar oleh-oleh sebelum menginjakkan kaki di tempat tujuan. Apapun obyek wisatanya hampir pasti mengunjungi toko souvenirnya. Jika Anda akan berlibur ke Vietnam, saya bantu untuk membuat daftar souvenir yang dapat dibawa pulang. Inilah selengkapnya. Continue reading

Advertisements

Cu Chi Tunnels, sepenggal kisah kelam perang Vietnam

Disamping Mekong Delta, Cu Chi Tunnels adalah menu wajib saat melancong ke Ho Chi Minh City. Bagian kisah perang Vietnam ini diwujudkan dalam sebuah kawasan yang wisata yang dibuat semirip dengan kondisi dulu, meskipun dengan hutan yang lebih muda karena hutan aslinya sudah hancur karena perang. Anda akan diantarkan pada kilas balik perang Vietnam dan memahami bagaiman perjuangan mereka. Gambar disamping menggambarkan bagaimana dulu Vietkong bersembunyi dari tentara Amerika. Tentu saja tentaranya tidak segemuk di gambar.
Terletak dalam sistem terowongan bawah tanah Cu Chi Battlefield, terowongan bawah tanah kompleks Duoc Ben Saigon – Gia Dinh markas Partai Daerah dan Komando Militer, telah diklasifikasikan sebagai nasional – tanggal 29 April 1979. Ini adalah sebuah proyek arsitektur yang unik, sebagai suatu sistem terowongan bawah tanah dengan tempat tidur pada banyak lantai. Beberapa lorong berbagai arah seperti sarang laba-laba lebih dari 200 km panjang dengan tempat-tempat asrama, akomodasi, rapat dan tempat bertempur. Sistem terowongan bawah tanah akan menunjukkan tekad, kebijaksanaan, kebanggaan orang Cu Chi, sebagai lambang revolusioner kepahlawanan rakyat Vietnam.

Untuk sampai ke tempat ini perlu perjalanan darat dari HCMC selama kurang lebih 90 menit, termasuk berhenti sesaat untuk melihat pabrik dan toko kerajinan. Apa yang bisa dilihat pada tour ini? Continue reading

Ho Chi Minh City Full Day Tour

Tidak sulit untuk mendapatkan full-day HCMC City Tour. Banyak travel menawarkan paket ini. Harganya juga bervariasi, paket ini di internet ditawarkan seharga USD 35 tapi di HCMC Anda bisa mendapatkannya seharga sekitar USD12, bahkan kurang. Kota ini sebenarnya tidak terlalu luas sehingga bisa saja Anda mengunjungi satu per satu tempat wisata tanpa harus mengikuti paket tour. Jarak antar tempat juga tidak berjauhan. Namun saya tetap sarankan untuk membeli paket dari travel karena bisa lebih hemat, cepat dan tentu saja mengurangi kerepotan. Maklum, tidak banyak yang menguasai bahasa Inggris, pun seorang supir taxi. Saya memilih menggunakan cara lain, yakni menyusuri HCMC dengan Cyclo, kendaraan seperti becak yang tampak di gambar. Continue reading

Ho Chi Minh City, here I come, o day toi den

Jumat, 27 November 2009, pesawat yang membawa saya ke Vietnam bergerak pelan meninggalkan apron  saat jam menunjukkan pukul 18.30. Pesawat Indonesia Air Asia Airbus 320 hampir terisi penuh dan sepertinya didominasi oleh penumpang Indonesia. Meskipun terlambat hampir 2 jam, pesawat take-off sangat mulus. Dan sesaat setelah lampu kabin kembali menyala penuh, kabin berubah suasana khas layanan penerbangan murah ala Air Asia. Flight Attendance (pramugari) berpakaian merah itu segera membagikan Departure Card dan menjajakan makanan dan minuman atau yang mereka tawarkan sebagai Snack Attack. Jajan di pesawat akhirnya menjadi kesenangan tersendiri saat terbang bersama Air Asia. Seperti biasa saya membawa bacaan dan kali ini novel John Grisham untuk sekedar membunuh waktu selama 3jam itu. Saat reservasi saya sengaja memilih kursi di deretan pinggir di depan sayap hanya sekedar untuk bisa menikmati pemandangan luar sebelum mendarat. Ho Chi Minh City akhirnya saya datang juga. Continue reading

Melancong ke Ho Chi Minh City Vietnam ala backpacker

Backpacker01November memang bukan masa puncak kedatangan turis. Namun juga tidak terlalu sepi dan bagi saya November menjadi waktu yang tepat untuk mengunjungi negeri Paman Ho ini. Karena bukan puncak musim turis maka semuanya akan menjadi lebih mudah. Mudah mencari tiket murah juga mudah mendapatkan hotel murah. Cuaca juga mendukung karena tidak akan cukup panas. Kali ini saya berniat untuk menjelahi Ho Chi Minh City ala backpackers. Semuanya diatur sendiri mulai dari beli tiket, mencari hotel, hingga mengatur liburannya. Dibandingkan dengan membeli paket tour, melancong ala backpacker memang harus sedikit berepot-repot. Dan ternyata tidak sulit untuk mengatur itu semuanya, apalagi semua bisa didapat melalui internet. Bahkan ini bisa menjadi keasyikan tersendiri. Continue reading