Tag: Bandung

Kertajati International Airport yang masih ‘terisolasi’

BIJB DesignKertajati International Airport (IATA:KJT) akan beroperasi sebentar lagi. 1 Mei ditetapkan sebagai soft launching dan akan digunakan pertama kali sebagai embarkasi haji Jawa Barat mulai 15 Juli 2018. Bandara ini dibangun untuk menggantikan Bandara Husein Sastranegara yang berada di tengah kota BANDUNG. Design BIJB tampak modern dan menempati lahan sangat luas. BIJB juga dirancang sebagai aero city, dan kabarnya pabrik pesawat akan pindah ke kawasan ini juga. Selain melayani Bandung Raya, bandara ini dirancang melayani penumpang dari Cirebon sekitar dan sisi barat Jawa Tengah. Itulah kenapa bandara ini dinamai Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Namun, sebagai pengganti bandara Husein, faktanya BIJB berjarak cukup jauh dari Bandung, 68 km. Saat ini, akses dari dan ke Bandung menuju BIJB ini masih menggunakan jalan arteri yang ada atau memutar dengan melalui tol Cipali. Dalam beberapa tahun di awal operasionalnya nanti, bandara ini masih akan terisolasi terutama bagi penumpang dari/ke Bandung. (foto : bijb.co.id) Continue reading “Kertajati International Airport yang masih ‘terisolasi’”

Iklan

Review : Hotel NEO Bandung Dipatiukur

Hotel NEO Bandung Dipatiukur
Hotel NEO Bandung Dipatiukur

Inilah hotel NEO pertama di Bandung. Merek koleksi Archipelago International ini melengkapi portofolio di Bandung setelah Aston, FaveHotel dan segera menyusul Harper.  NEO Bandung berlokasi bukan di area utama, yakni di Jln Dipatiukur Bandung tapi cukup strategis. Saat saya menginap, hotel ini baru beroperasi sekitar 3 bulan. Masih baru tentu saja. Hotelnya tidak besar hanya ada 4 lantai untuk kamar tamu. 2 malam saya menginap di hotel ini, dan saya merekomendasikan untuk hotel bisnis, keluarga untuk yang beraktifitas di daerah utara. Apalagi tarif hotel ini bisa dikatakan cukup terjangkau. Continue reading “Review : Hotel NEO Bandung Dipatiukur”

Review : The 1O1 Hotel Bandung Dago

The 1O1 Badung Dago
The 1O1 Bandung Dago

Bangunan hotel ini dulunya adalah pusat perbelanjaan, namanya Planet Dago. Tidak bertahan lama, dan akhirnya berubah fungsi menjadi The 1O1 Hotel Dago. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ir H Juanda (Dago) bawah dekat dengan perempatan jalan RE Martadinata (Riau) Bandung. Tempat-tempat wisata popular berada tidak jauh dari hotel ini. Gedung Sate, Jalan Braga, Museum Asia Afrika, Balai Kota juga cukup dekat. Plaza Bandung Indah hanya sepelemparan tumbak, begitu juga dengan Bandung Electronic Center. Cukup jalan kaki menuju Factory Outlet Riau. Nama hotel nya agak unik, pakai angka. Sejatinya jaringan 1O1 Hotel bukan pemain baru di industri perhotelan, hotel lainnya sudah beroperasi sebelumnya di Bali dimana saya pernah sekali menginap di sana. The 1O1 juga hadir di Jogja. Tertarik dengan eksterior hotel yang tampak modern dan artistik, sayapun memilih hotel ini untuk menginap selama di Bandung. Seperti apa dalamnya? Penasaran? Inilah ulasannya. Continue reading “Review : The 1O1 Hotel Bandung Dago”

Indonesia Air memilih Husein Satranegara Bandung sebagai pusat operasional

Indonesia Air LogoBandung terus menunjukkan daya pikatnya. Setelah Air Asia, Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, satu lagi airline Indonesia membuka rute dari dan ke Bandung. Adalah Indonesia Air yang bahkan menggunakan bandara Husein Sastranegara sebagai pusat operasionalnya. Logo di samping mungkin terasa asing bagi kita, tapi Indonesia Air sebenarnya bukan pemain baru di industri penerbangan Indonesia. Sebelum ini, Indonesia Air lebih dikenal dengan Indonesia Air Transport (IAT) dan memegang ijin sebagai penerbangan carter. IAT bahkan menjadi airline pertama yang go public, bahkan sebelum Garuda Indonesia melakukannya. Kini, airline yang dimiliki MNC Group ini sudah mengantongi ini sebagai penerbangan niaga berjadwal. Dan inilah satu-satunya airline yang memilih bandara Husein Sastranegara sebagai pusat operasi. Selamat datang Indonesia Air. Continue reading “Indonesia Air memilih Husein Satranegara Bandung sebagai pusat operasional”

Yuk… Rame-rame terbang ke Bandung

Dulu di awal-awal saya tinggal di Bandung, airline yang terbang dari dan ke Bandung bisa dihitung jari. Hanya ada Merpati & Bouraq. kemudian muncul Pelita Air, Citilink dan Sriwijaya Air. Dari keempatnya itu Bouraq Airlines menutup penerbangannya, di susul Pelita Air dan Citilink. Hingga tinggallah Merpati yang tetap setia. Sepinya penerbangan di Husein Sastranegara ini bertahan lama hingga akhirnya AirAsia mulai melirik kemolekan Bandung dengan membuka rute Bandung Kuala Lumpur. Rute Bandung Kuala Lumpur dapat disebut sebagai tonggak bersejarah mulai meriahnya penerbangan dari dan ke Bandung. Sesudah rute bersejarah itu, makin banyak rute-rute lain yang dibuka di Bandung, termasuk rute Air Asia yang terus berkembang dari kota ini. Bandung sendiri sejatinya bukan menjadi jaminan peruntungan untuk airline lain yang mencoba masuk ke Bandung. Beberapa airline harus menutup layanannya ke Bandung seperti Deraya, Malaysia Air, Firefly, Pelangi Air.

Gairah pembukaan rute ke Bandung pernah tersendat cukup lama karena proses overlay landasan bandara Husein Sastranegara yang berlarut-larut. Airline menunggu bandara agar siap diterbangi dengan pesawat sekelas Airbus 320. Sebelum overlay rampung bandara ini hanya bisa didarati pesawat maksimal Boeing 737-300 saja. Overlaypun rampung, dan setelahnya seakan lepas dari tali pacu airline-airline kompak beramai-ramai menjadikan Bandung sebagai destinasi penting layanannya. Rampungnya proses overlay ini menjadi tonggak kedua ramainya penerbangan seperti sekarang ini. Continue reading “Yuk… Rame-rame terbang ke Bandung”