Tag Archives: Bandung

Review : Hotel NEO Bandung Dipatiukur

Hotel NEO Bandung Dipatiukur
Hotel NEO Bandung Dipatiukur

Inilah hotel NEO pertama di Bandung. Merek koleksi Archipelago International ini melengkapi portofolio di Bandung setelah Aston, FaveHotel dan segera menyusul Harper.  NEO Bandung berlokasi bukan di area utama, yakni di Jln Dipatiukur Bandung tapi cukup strategis. Saat saya menginap, hotel ini baru beroperasi sekitar 3 bulan. Masih baru tentu saja. Hotelnya tidak besar hanya ada 4 lantai untuk kamar tamu. 2 malam saya menginap di hotel ini, dan saya merekomendasikan untuk hotel bisnis, keluarga untuk yang beraktifitas di daerah utara. Apalagi tarif hotel ini bisa dikatakan cukup terjangkau. Continue reading Review : Hotel NEO Bandung Dipatiukur

Advertisements

Review : The 1O1 Hotel Bandung Dago

The 1O1 Badung Dago
The 1O1 Bandung Dago

Bangunan hotel ini dulunya adalah pusat perbelanjaan, namanya Planet Dago. Tidak bertahan lama, dan akhirnya berubah fungsi menjadi The 1O1 Hotel Dago. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ir H Juanda (Dago) bawah dekat dengan perempatan jalan RE Martadinata (Riau) Bandung. Tempat-tempat wisata popular berada tidak jauh dari hotel ini. Gedung Sate, Jalan Braga, Museum Asia Afrika, Balai Kota juga cukup dekat. Plaza Bandung Indah hanya sepelemparan tumbak, begitu juga dengan Bandung Electronic Center. Cukup jalan kaki menuju Factory Outlet Riau. Nama hotel nya agak unik, pakai angka. Sejatinya jaringan 1O1 Hotel bukan pemain baru di industri perhotelan, hotel lainnya sudah beroperasi sebelumnya di Bali dimana saya pernah sekali menginap di sana. The 1O1 juga hadir di Jogja. Tertarik dengan eksterior hotel yang tampak modern dan artistik, sayapun memilih hotel ini untuk menginap selama di Bandung. Seperti apa dalamnya? Penasaran? Inilah ulasannya. Continue reading Review : The 1O1 Hotel Bandung Dago

Indonesia Air memilih Husein Satranegara Bandung sebagai pusat operasional

Indonesia Air LogoBandung terus menunjukkan daya pikatnya. Setelah Air Asia, Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, satu lagi airline Indonesia membuka rute dari dan ke Bandung. Adalah Indonesia Air yang bahkan menggunakan bandara Husein Sastranegara sebagai pusat operasionalnya. Logo di samping mungkin terasa asing bagi kita, tapi Indonesia Air sebenarnya bukan pemain baru di industri penerbangan Indonesia. Sebelum ini, Indonesia Air lebih dikenal dengan Indonesia Air Transport (IAT) dan memegang ijin sebagai penerbangan carter. IAT bahkan menjadi airline pertama yang go public, bahkan sebelum Garuda Indonesia melakukannya. Kini, airline yang dimiliki MNC Group ini sudah mengantongi ini sebagai penerbangan niaga berjadwal. Dan inilah satu-satunya airline yang memilih bandara Husein Sastranegara sebagai pusat operasi. Selamat datang Indonesia Air. Continue reading Indonesia Air memilih Husein Satranegara Bandung sebagai pusat operasional

Yuk… Rame-rame terbang ke Bandung

Dulu di awal-awal saya tinggal di Bandung, airline yang terbang dari dan ke Bandung bisa dihitung jari. Hanya ada Merpati & Bouraq. kemudian muncul Pelita Air, Citilink dan Sriwijaya Air. Dari keempatnya itu Bouraq Airlines menutup penerbangannya, di susul Pelita Air dan Citilink. Hingga tinggallah Merpati yang tetap setia. Sepinya penerbangan di Husein Sastranegara ini bertahan lama hingga akhirnya AirAsia mulai melirik kemolekan Bandung dengan membuka rute Bandung Kuala Lumpur. Rute Bandung Kuala Lumpur dapat disebut sebagai tonggak bersejarah mulai meriahnya penerbangan dari dan ke Bandung. Sesudah rute bersejarah itu, makin banyak rute-rute lain yang dibuka di Bandung, termasuk rute Air Asia yang terus berkembang dari kota ini. Bandung sendiri sejatinya bukan menjadi jaminan peruntungan untuk airline lain yang mencoba masuk ke Bandung. Beberapa airline harus menutup layanannya ke Bandung seperti Deraya, Malaysia Air, Firefly, Pelangi Air.

Gairah pembukaan rute ke Bandung pernah tersendat cukup lama karena proses overlay landasan bandara Husein Sastranegara yang berlarut-larut. Airline menunggu bandara agar siap diterbangi dengan pesawat sekelas Airbus 320. Sebelum overlay rampung bandara ini hanya bisa didarati pesawat maksimal Boeing 737-300 saja. Overlaypun rampung, dan setelahnya seakan lepas dari tali pacu airline-airline kompak beramai-ramai menjadikan Bandung sebagai destinasi penting layanannya. Rampungnya proses overlay ini menjadi tonggak kedua ramainya penerbangan seperti sekarang ini. Continue reading Yuk… Rame-rame terbang ke Bandung

Overlay hampir rampung dan A320 bisa mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung

Dalam status Facebook-nya AirAsia menulis ‘Pada tanggal 5 April 2011 kemarin, AirAsia Indonesia mencatat sejarah baru untuk sepak terjangnya di kota Bandung. Setelah pertama kali memperkenalkan rute internasional untuk kota ini pada tahun 2004 yang lalu, tahun 2011 ini kami menghadirkan pengalaman baru untuk kota Bandung; Airbus A320. Kami adalah maskapai penerbangan pertama yang berhasil mendaratkan pesawat Airbus A320 di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung sekaligus menjadikannya rumah untuk pesawat baru kami. ‘ (foto : AirAsia)

Rencana overlay (penebalan landasan) bandara Husein Sastranegara sudah direncanakan dari dulu, hanya saja realisasinya berlarut-larut dan baru akan selesai bulan depan. Selama ini bandara itu hanya mampu didarati pesawat maksimal Boeing 737-400, dan karenanya Air Asia masih mempertahankan B737-300 nya kendati memiliki rencana mengandangkan B737 seri klasik itu. Beberapa airline menunjukkan minat besar tapi terkesan menunda rencana menerbangi Bandung dengan alasan landasan ini. Selanjutnya… Continue reading Overlay hampir rampung dan A320 bisa mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung