Nǐ hǎo Shanghai

The Bund Shanghai

The Bund Shanghai

Ke Shanghai kali ini sebenarnya hanya untuk nonton turnamen tennis Shanghai Rolex Master. Kebetulan pemain favorit saya, Roger Federer, tampil. Rafael Nadal, Alezander Zverev, Marin Cilic juga ambil bagian. Turnamen digelar agak di luar kota Shanghai yakni Qizhong Tennis Center. So, jam 1 siang sampe dengan 10 malam lebih banyak berada di lapangan tennis, sisanya baru untuk jalan-jalan. Ni hao Shanghai. (foto : The Bund at night) Continue reading

Advertisements

2 malam di Macau. Cukup?

IMG_2690

Horee…. jalan-jalan lagi ke Macau. Tiket promo rute baru Indonesia Air Asia (QZ) sungguh menggoda. Tidak sampe 1,5 juta rupiah pergi pulang untuk penerbangan 5 jam, siapa juga yang tidak mau.  Ini rute langsung satu-satunnya dari Jakarta ke Macau setelah dulu Viva Macao pernah menerbangi rute ini. Macau memang kalah moncer dibandingkan Hongkong tetangganya bagi pelancong Indonesia. Macau dipersepsi kuat sebagai tempat orang berjudi karena kasinonya. Padahal Macau sebenarnya menawarkan banyak pilihan wisata selain kasino. Dengan adanya penerbangan langsung ini, Macau jadi pilihan alternatif untuk liburan singkat. 2 malam cukup lah. (Foto : Grand Lisboa Casino & Hotel) Continue reading

Menyongsong pagi di Bukit Sikunir Dieng

IMG_5253

Bukit Sikunir Dieng

Menyongsong matahari terbit di Bukit Sikunir adalah menu wajib saat melancong ke Dieng Wonosobo. Keindahaannya menjadi daya tarik kuat bukan hanya wisatawan lokal tetapi turis asingpun rela bersusah-payah mendatanginya. Betapa tidak, untuk dapat menikmati golden sun rise, pelancong rela berangkat di pagi buta saat Dieng masih lelap tertutup kabut. Pelancong juga harus berbaju tebal untuk menahan dingin yang menggigit. Diperlukan perjalanan sekitar 1 jam dengan mobil dari pusat kota Wonosobo. Jalanan cukup mulus meskipun jelang Sikunir jalanan menyempit. Semua kendaraan harus berhenti di tempat parkir, dan pelancong melanjutkannya dengan jalan kaki menuju puncak Cikunir. Diperlukan fisik bugar agar dapat mencapai puncak Sikunir dan menikmati sunrise dengan sempurna. Continue reading

Review : Hotel Mercure Sabang Jakarta

Mercure Sabang

Mercure Sabang Jakarta

Dulunya di lokasi ini berdiri Hotel Sabang, dan kemudian  di lokasi yang sama dibangun kembali Hotel Mercure Sabang ini. Hotel ini tak cukup besar dan hanya punya beberapa lantai, tapi berlokasi sangat strategis. Jalan Sabang merupakan sayap jalan utama Thamrin. Berdekatan dengan Monas, museum, pusat pemerintahan, pusat bisnis, dan ini yang penting, dekat pusat kuliner Jalan Sabang. Facade depan terlihat modern, lobby-nya minimalis. Meja resepsionis didesain stand-alone, tanpa memunggungi ruangan lain di belakangnya. Nah, selepas area lobby ini ada kolam renang mungil dan taman kecil. Disamping area lobby, di lantai dasar juga terdapat beberapa ruang rapat dan restoran. Kamar berada di sekeliling kolam. Jujur hotel ini mengingatkan saya pada layout hotel-hotel di Bali. Bagaimana dengan kamar dan fasilitas lain? Continue reading

2015 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 280,000 times in 2015. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 12 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.