Banyuwangi yang makin menggoda airline untuk singgah

Banyuwangi Ethno Carnival (foto : Zimbio)

Banyuwangi Ethno Carnival (foto : Zimbio)

Memang ada airline terbang ke Banyuwangi? Pasti itu pesawat baling-baling. Eits.. itu dulu. Sekarang pesawat jet sudah bisa mendarat di Banyuwangi. Banyuwangi memang sedang naik daun. Januari lalu, Kota dengan slogan ‘The Sunrise of Java’ ini mendapat penghargaan tingat ASEAN untuk kategori kebersihan tujuan wisata. Banyak tempat-tempat menarik di sana, banyak festival diadakan sepanjang tahun. Tahun 2018 ini saja setidaknya ada 77 even wisata di daerah ini. Kawah Ijen dengan blue fire-nya, pantai Tanah Merah, Taman Nasional Alas Purwo & Baluran, Sadengan, Bangsring Undewater, Kebun kopi Gombengsari adalah sebagian suguhan menarik di sana. Karena itu, sekarang mulai banyak airline tertarik terbang ke sana. Continue reading

Advertisements

Inilah calon kantung turis baru di Jakarta, Kawasan Stasiun BNI City

BNI City StasiunTidak seperti kota besar lain di dunia, Jakarta belum punya kawasan turis yang matang dan terkenal. Memang, ada Kemang atau Jalan Jaksa tapi kawasan itu belum memadai, belum semua kebutuhan turis ada di kawasan itu. Tapi harapan baru datang setelah beroperasinya kereta bandara SHIA-BNI City-Manggarai. Kereta bandara yang salah satunya berhenti di Stasiun BNI City (Sudirman Baru) bakal memudahkan turis menembus pusat kota Jakarta tanpa kerepotan. Lokasi stasiun juga sangat ideal karena berada tepat di jantung kota, tersambung ke berbagai tujuan wisata populer. Kemudahan akses dari bandara ini bakal membuat kawasan sekitar BNI City punya peluang besar tempat tinggal turis selama di Jakarta (foto : detik.com). Continue reading

Menengok kadal purba di TN Komodo

Pulau Padar @TN Komodo

Pulau Padar @TN Komodo

Sudah lama ingin mengunjungi ke Taman Nasional (TN) Komodo di Flores Barat ini. Akhirnya kesampaian juga pada Februari 2017 lalu, dipicu dengan adanya penerbangan langsung Garuda Indonesia Jakarta-Labuan Bajo. TN Komodo memang sedang hits di kalangan pelancong setelah ditetapkan sebagai tujuan wisata utama Indonesia. Taman Nasional ini terletak di Kepulauan Sunda Kecil yakni di perbatasan antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Merupakan wilayah Kabupaten Flores Barat, taman Nasional ini mencakup tiga pulau besar Komodo, Padar dan Rinca, serta 26 pulau lebih kecil lainnya. Secara keseluruhan TN Komodo memiliki luas 1.733 km2 dan 603 km2 di antaranya berupa daratan. TN Komodo didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo, kadal purba terbesar di dunia, namun makin dikenal sejak dimasukkan TN Komodo ini sebagaiĀ UNESCO World Heritage Site pada tahun 1991. Puncaknya adalah saat TN Komodo terpilih sebagai salah satu New7Wonders of Nature. Ini karena disamping sebagai habitat Komodo, perairan di sekitar Pulau Komodo juga mengandung keanekaragaman hayati laut yang kaya. Pulau Komodo juga merupakan bagian dari Coral Triangle, yang berisi beberapa keanekaragaman hayati laut terkaya di bumi. Continue reading

Berfoto di hutan bambu Surabaya, biar kekinian

Kekinian @Hutan Bambu Sukolilo Surabaya

Kekinian @Hutan Bambu Sukolilo Surabaya

Hutan bambu identik dengan Jepang. Foto-fotonya banyak tersebar media sosial semacam Facebook maupun Instagram. Tapi Surabaya juga punya hutan bambu keren, fotonya juga banyak tersebar di Instagram. Tepatnya di Keputih Sukolilo, sebelah timur kampur ITS. Tempat wisata gratis ini sedang hits di Surabaya dan tentu saja instagramable. Gak salah dong, biar kekinian ikut-ikutan berfoto di sini. Rame-rame bakal lebih seru. Satu dua tiga…. cekrek cekrek… (Foto : C03-SeduluranSelawase) Continue reading

Menanti kembalinya pamor Jalan Tunjungan Surabaya

Rek ayo rek...

Rek ayo rek…

Masih ingat lagu ‘Rek ayo rek… mlaku-mlaku neng Tunjungan‘? Ya, lagu itu ada karena dulunya jalan Tunjungan memang sangat tersohor dan menjadi ikon penting Surabaya. Jalan Tunjungan sendiri banyak ditemui pada arsip/dokumen lama bahkan sebelum negeri ini merdeka. Jalan inipun menjadi bagian penting sejarah Surabaya & Indonesia. Penggal jalan yang tak terlalu panjang ini juga menjadi pusat keramaian di masa jayanya. Jaman berganti dan pamor jalan Tunjungan-pun turut meredup seiring mulainya budaya mall & plaza di tahun 80-an. Meyakini atas potensi jalan ini, pemerintah kota berupaya mengembalikan kejayaan jalan legendaris ini. Berhasilkah? Continue reading