Review : The 1O1 Hotel Bandung Dago

The 1O1 Badung Dago
The 1O1 Bandung Dago

Bangunan hotel ini dulunya adalah pusat perbelanjaan, namanya Planet Dago. Tidak bertahan lama, dan akhirnya berubah fungsi menjadi The 1O1 Hotel Dago. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ir H Juanda (Dago) bawah dekat dengan perempatan jalan RE Martadinata (Riau) Bandung. Tempat-tempat wisata popular berada tidak jauh dari hotel ini. Gedung Sate, Jalan Braga, Museum Asia Afrika, Balai Kota juga cukup dekat. Plaza Bandung Indah hanya sepelemparan tumbak, begitu juga dengan Bandung Electronic Center. Cukup jalan kaki menuju Factory Outlet Riau. Nama hotel nya agak unik, pakai angka. Sejatinya jaringan 1O1 Hotel bukan pemain baru di industri perhotelan, hotel lainnya sudah beroperasi sebelumnya di Bali dimana saya pernah sekali menginap di sana. The 1O1 juga hadir di Jogja. Tertarik dengan eksterior hotel yang tampak modern dan artistik, sayapun memilih hotel ini untuk menginap selama di Bandung. Seperti apa dalamnya? Penasaran? Inilah ulasannya.

Sepintas hotel ini tak terlalu besar, hanya 4 lantai untuk kamar. Ternyata The 1O1 Bandung memiliki 103 kamar deluxe, 13 kamar deluxe stylish dan 10 kamar Deluxe Experience. Tidak seperti bangunan yang sejak awal dirancang untuk hotel yang semua kamarnya berjendela ke arah luar, beberapa kamar di hotel ini berjendela ke arah void gedung.

Deluxe Smart Room
Deluxe Smart Room

Kamar. Deluxe Smart Room memiliki luas 24 meter persegi, Deluxe Stylish seluas 26 meter persegi. Sedangkan ukuran kamar terbesar seluas 42 meter persegi. Cukup lega untuk hotel di tengah kota. Interior tampak stylish dengan dominasi warna pastel. Kamar dibekali dengan kunci akses yang sekaligus sebagai akses lift. Pengaturan ruangan cukup efisien sehingga kamar mandi tidak terlalu sempit. Tata cahaya cukup bagus dengan letak panel yang mudah dikenali.

Kasur. Hal pertama yang selalu saya lihat saat masuk kamar hotel adalah bagaimana mereka menata bed sheet dan covernya. Dan saya lihat hotel ini menatanya dengan rapi. Bedsheet putih bersih dan tekstur kain kotak-kotak. Hotel menyiapkan 4 bantal besar dan 2 bantal kecil. Penggunaan 2 warna berbeda menjadikan lebih ‘fresh’. Kasurnya juga sangat nyamanSaya lihat menggunakan merk terkenal.

Kamar mandi. Kendati tidak terlalu besar, kamar mandi ditata dengan efisien. Ruang pancuran dipisahkan dengan pembatas kaca dengan posisi pintu tidak mengganggu tamu yang akan masuk ke pancuran. Lantai ruang pancuran dipisahkan dengan batu alam, cukup manis. Pancurannya bermata banyak, memang tidak seluas waterfall standard, tapi air cukup deras. Pengaturan air panas & air dingin bekerja dengan baik. Terdapat 2 lembar handuk, meskipun tidak terlalu baru tapi masih cukup putih. Fasilitas lain seperti wastafel & closet tidak istimewa tetapi semua bekerja dengan baik. Kamar mandi juga dilengkapi dengan sabun dan shampoo yang diletakkan di dispenser yang menempel di dinding. Hotel menyediakan sikat gigi dengan kualitas rendah.

Table @room
Table @room

Fasilitas kamar lain. Hotel menyediakan ketel air panas berikut teh dan kopi. 2 botol air mineral melengkapi fasilitas kamar. Saya suka desain botol air mineral. Kendati terbuat dari plastik, tetapi desainnya bagus dengan dilengkapi logo hotel di kemasannya. Ketel air dan pendukungkan ditata di atas meja bersamaan dengan telepon, infoemasi hotel lainnya. 2 sandal dengan desain unik juga disiapkan untuk tamu. Begitu juga dengan safe deposit box. Tidak lupa rak untuk meletakkan koper juga disediakan.

Room Service. Tidak cukup banyak menu ditawarkan pada fasilitas room service dengan harga tidak mahal. Begitu juga dengan fasilitas minibar, tidak banyak yang ditawarkan, tapi lagi-lagi dengan badreol harga yang ‘fair’.

SODA Resto & Bar. Inilah mungkin jadi pembeda hotel ini dengan hotel-hotel lain. Resto yang sebagian semi-outdoor ini menjadikan suasana lebih rileks. Sajian live music menyempunakan tamu bersantap. Jujur, ini mengingatkan saya pada suasana Bali yang khas. Harga makanan cukup fair saya kira.

Namun saya tetap memiliki catatan selama menginap di sana :

  1. Catatan terpenting adalah jarak antara kasur dengan sisi gantungan baju, terlalu sempit. Seharusnya minimal 40 cm sehingga jika terjadi kondisi darurat tidak membahayakan. Jarak yang sangat sempit juga menyulitkan jika akan menggantung baju, begitu juga dengan membuka minibar.
  2. Khususnya kamar-kamar yang menghadap jalan harus dilengkapi dengan alat kedap suara. Saya tinggal di lantai 1 dan persih menghadap jalan. Suara kendaraan, khususnya motor, sangat mengganggu tidur.
  3. Keramahan dan responsif dari karyawan perlu ditingkatkan lagi.
  4. Saya datang di hari Sabtu, dan karyawan mengenakan baju bebas di hari itu. Menurut saya akan lebih baik karyawan untuk tetap menggunakan seragam di hari itu.
  5. Dari kamar saya Wi-Fi sangat lambat, sinyalnya hanya 1 bar

Tips menginap :

  1. Hindari kamar yang menghadap jalan, suara kendaraan tidak kedap sehingga akan mengganggu istirahat.
  2. Beberapa kamar berjendela ke void (bukan ruang luar), sebisa mungkin tidak memilih kamar ini.
  3. Hotel hanya memiliki lahan parkir terbatas.

Secara keseluruhan saya cukup puas menginap hotel ini. Rasanya pantas untuk memberikan rating 8/10.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s