Pantai Tangsi Lombok Timur : Bukan sekedar pink

Pantai Tangsi/Pink
Pantai Tangsi/Pink

Apa yang sedang hit bagi turis di Lombok? Pantai Tangsi atau pantai pink bisa jadi salah satunya. Di kalangan pelancong, Pantai Tangsi mendadak populer belakangan ini. Pantai Pink! Tujuan saya berdelapan di hari ketiga. Jarak yang lumayan jauh dari Senggigi tidak jadi soal. Setelah sarapan, jam 9 pagi kami mulai bergerak meninggalkan Senggigi menyusuri kota Cakranegara, Mataram, masuk lagi wilayah Lombok Barat, berlanjut kabupaten Lombok Timur. Pantai Tangsi memang wilayah kabupaten Lombok Timur. Sebenarnya ada jalan darat langsung menuju ke sana, tapi kami memilih untuk menggunakan jalur berbeda, penganut anti mainstream. Pantai Pink kami capai menggunakan kapal dari Tanjung Luar. Dan setelah perjalanan 2,5 jam dengan mobil, kami sampai juga di Tanjung Luar di bawah guyuran matahari yang melimpah. Petualangan bermula dari sini. Tanjung Luar sebenarnya pelabuhan kecil yang digunakan oleh nelayan dan juga pelayaran antar pulau. Terdapat pasar ikan di tempat ini, dan bau khas ikan tak terelakkan. Tempatnya jauh untuk dibilang bersih, dengan sampah berserakan. It’s Okay, no worries. Perahu motor sudah siap membawa kami melanjutkan petualangan. Tidak lupa kami bawa serta bekal makan siang. Nasi putih, cumi, kepiting, udang dan ikan segar untuk dibakar di sana. Sambal pun tidak ketinggalan. Pemandu kami menyiapkan semuanya nyaris sempurna.

Perahu motor
Perahu motor

Mengoleskan sun-block sudah menjadi ritual baru selama di Lombok. Kami mengulangi ritual itu sekali lagi.  Setelah kami semua berada di atas perahu, mesin kapal dihidupkan, bunyinya mulai meraung-raung. Perahu perlahan meninggalkan Tanjung Luar dengan bau khas-nya itu. 10 menit berlalu, Tanjung Luar mulai tampak samar berganti dengan birunya perairan Lombok Timur yang menawan. Sesekali kami berpapasan dengan nelayan sedang memancing. Pulau-pulau karang berserakan tanpa pola. Beberapa tampak terbelah terkikis ombak. Saya terlalu sibuk menikmati laut. Sementara beberapa yang lain sibuk dengan tongsis-nya. Pelayaran menuju Pantai Pink ini sengaja melewati pinggir pulau-pulau kecil. Sebagian berpenghuni, tapi lebih banyak yang tidak. Dari kejauhan sering terlihat pantai putih, kami sering menebak itulah pantai Pink, tebakan yang lebih banyak melesetnya. Dan setelah meliuk-liuk di antara pulau-pulau itu sampailah kami di Pulau Tangsi alias Pulau Pink. Welcome to Tangsi Beach.

Kemarau di Pantai Pink
Kemarau di Pantai Pink

Oktober, kemarau memanggang pantai pink hingga beberapa pohon meranggas. Bukit di sekelilingnyapun tampak kering. Tapi itu tidak mengurangi keindahannya. Saat kami datang, warna pink tidak terlalu terlihat, karena air sedang surut. Pantai akan terlihat lebih pink saat air pasang, dan warna pink ini akibat campuran pasir dengan serpihak lembut karang laut dan sinar matahari menyempurnakan warnanya.

Selfie @Pantai Pink
Selfie @Pantai Pink

Terdapat bukit di sisi utara buat mengambil gambar pantai dengan angle lebih terbuka. Dari sini bentang pantai pink seutuhnya  terlihat jelas. Pelancong cukup menyusuri jalan setapak untuk sampai di bukit ini. Di sisi selatan juga terdapat bukit lain. Saat musim hujan tiba, saya yakin kedua bukit ini menjadi lebih hijau dan menggenapkan kecantikan pantai pink.

Lelah menjelajahi pantai, tepatnya berfoto-foto, laparpun mulai menyergap. Bekal yang kami bawa dari Tanjung Luar sudah saatnya dibongkar. Ikan segar selesai dibakar, tampak gemuk-gemuk menggoda di atas piring.  Antara lapar atau nikmatnya makanan, bekal kamipun ludes tak tersisa. Makan siang istimewa ini kami tutup dengan tegukan air kelapa muda.

Sejatinya pantai pink baru ‘ditemukan’ sekitar 2 tahun lalu. Kendati mampu menjadi magnet pendatang pelancong, pantai ini belum mendapatkan sentuhan layak. Tempat makan baru berupa warung-warung sederhana beratap plastik. Sarana penunjang lain seperti toilet, pancuran bilas, mutlak diperlukan segera.

Matahari mulai tergelincir dan saatnya rombongan harus meninggalkan Pantai Pink. Kegembiraan membuncah di wajah-wajah kami. Suatu saat kami akan datang lagi untuk melihat Pantai Pink yang lebih cantik lagi.

One thought on “Pantai Tangsi Lombok Timur : Bukan sekedar pink”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s