Selain Reog, Ponorogo juga punya Telaga Ngebel

IMG_00000358Inilah Telaga Ngebel Ponorogo. Telaga alam yang terletak di kaki Gunung Wilis. Tidak terlalu jauh dari pusat kota, tidak sampai 30 km. Telaga ini cukup luas dengan keliling sekitar 5 km. Mengelilingi telaga ini juga mudah, karena sudah tersedia jalan beraspal. Karena berada cukup tinggi, udara di Ngebel terasa lebih sejuk di banding pusat kota. Meskipun menyimpan pemandangan bagus, tempat wisata ini termasuk masih sangat alami. Hanya terdapat penginapan sederhana pinggiran telaga. Restoran dan tempat makan juga masih sederhana.

Ngebel & legenda. Bagi sebagaian warga Ponorogo, telaga Ngebel dianggap menyimpan kekuatan magis. Sebagian lagi menganggap telaga ini cukup angker, karenanya wisata air seperti kapal motor kurang banyak peminat. Memang, legenda Jaka Baru Klinting masih kuat mengakar di benak sebagian warga sebagai cikal-bakal munculnya telaga ini. Seperti dikutip dari Wikipedia, Telaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut secara ajaib menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.Sang bocah kemudian menancapkan lidi di tanah[1], versi yang lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi. Namun tidak ada yang berhasil mencabutnya. Bocah ajaib itulah yang berhasil mencabutnya. Dari lubang bekas ditancapkannya lidi atau centong tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah Telaga. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel, artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.Legenda Telaga Ngebel ini konon terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro

Selain menikmati pemandangan telaga dengan udara sejuk, biasanya pengunjung menikmati durian yang banyak tumbuh di sekitar telaga. Jika ada kesempatan, ikan tawar telaga juga layak untuk dicoba. Selain hari minggu, waktu kunjungan terbaik ke Ngebel adalah pada saat perayaaan Grebeg Suro, atau menjelang tahun baru Jawa. Upacara adat digelar di telaga ini, begitu juga dengan pertunjukan reog Ponorogo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s