Transit lama? Apa yang bisa dilakukan?

This slideshow requires JavaScript.

Untuk sampai tujuan terkadang tidak terdapat penerbangan langsung dan untuk itu harus transit di bandara antara. Dan untuk tujuan bandara yang tidak besar (bukan hub) transitpun bisa lebih dari sekali. Misalnya penumpang Singapore Airline yang terbang dari Jakarta tujuan Washington harus transit di 3 bandara. Rute penerbangan Singapore Airline itu adalah Jakarta-Singapore-Frankfurt-New York-Washington. Jadi penumpang harus transit di bandara Changi Singapore, Franfurt dan New York. Disamping harus ganti pesawat ada kemungkinan penumpang juga harus berganti airline, baik dalam satu aliansi maupun airline lain. Masih contoh rute Jakarta-Washington SQ, dari rute Jakarta-Singapore-Franfurt hingga New York dilayani oleh Singapore Airline. Tapi sektor New York-Washington DC penumpang diangkut oleh Delta Airlines yang masih satu aliansi dengan SQ. Dan, lama transit pun bisa pendek namun ada kalanya sangat lama tergantung koneksitas penerbangannya.  (Foto : Beijing International Airport).Menunggu adalah pekerjaan membosankan begitu juga jika harus transit untuk penerbangan lanjutan dalam waktu lama. Nah jika ini harus dialami banyak cara untuk membunuh waktu selama masa transit ini. Dan inilah beberapa diantaranya :

  • Aktifkan Wi-Fi. Hampir semua bandara besar menyediakan fasilitas Wi Fi gratis. Aktifkan notebook atau smartphone. Setidaknya anda bisa memanfaatkan waktu dengan membuka email, chatting, update status social media atau sekedar browsing internet. Bandara Changi bahkan menyediakan komputer yang tersambung internet.
  • Bekerja. Tidak ada salahnya untuk bekerja untuk mengisi waktu transit ini. Membalas email-email kantor, menyiapkan dokumen-dokumen, atau memberikan penugasan selama Anda tidak berada di kantor. Jika ini kunjungan bisnis, Anda juga bisa menggunakan waktu transit untuk persiapan perjalanan bisnis Anda.
  • Menelepon. Biaya telepon saat roaming sangat mahal. Untuk menyiasatinya ada baiknya menggunakan internet phone Skype agar lebih murah melalui fasilitas Wi Fi gratis.
  • Membaca. Bagi yang gemar membaca inilah cara terbaik untuk mengisi waktu transit. Siapa tahu buku-buku yang tidak sempet terbaca sebelumnya bisa terlahap habis. Bawa buku atau novel di tas kabin Anda. Membaca juga dapat dilakukan dari perangkat tablet dari ebook.
  • Mendengarkan musik. Bawa serta perangkat pemutar musik atau bisa juga menggunakan smartphone untuk itu. Sebelum pergi jangan lupa melengkapinya dengan lagu-lagu favorit Anda.
  • Belanja di toko bebas bea. Bagi penggila belanja inilah saatnya berburu barang bermerk dengan lebih murah. Bandara besar seperti Changi, Dubai, Hongkong, Franfurt atau New York menyediakan banyak toko bebas bea. Siapa tahu barang-barang favorit Anda dapat diperoleh dengan harga lebih miring. Tapi tetap mesti diingat barang dan jumlah barang yang diperbolehkan masuk saat tiba nanti, kalau tidak Anda akan harus berurusan dengan bea cukai dan masuk jalur merah. 
  • Istirahat. Pada beberapa bandara seperti Doha International Airport menyediaan Silent Room yang bisa digunakan untuk tidur sesaat. Ruangan ini berisi kursi-kursi dengan posisi rebahan sehingga cukup tenang untuk tidur sesaat. Pastikan Anda pasang alarm agar tak tertinggal penerbangan lanjutan Anda.
  • Perawatan badan. Kalau masa transit cukup lama Anda bisa juga memanfaatkan dengan perawatan badan atau muka karena pada beberapa bandara tersedia juga spa and massage.

Transit lama jadi tidak membosankan bukan?

8 thoughts on “Transit lama? Apa yang bisa dilakukan?”

  1. Dear pak toto,
    Sy mau nanya nich..sy ada tiket dr bandung ke phnompenh untk bln dpn jd sy harus transit d’changi tp keberangkatan pesawat sy hanya berselang 2 jam dgn pesawat berikutnya dan kebetulan sy tidak perlu pindah ke terminal lain karena sy sengaja cari pswt yg st terminal biar g repot,,kira” waktu 2 jam cukup g y pak untuk pengurusan imigrasi n check in???terima kasih

    1. Hi Fitda,
      Sayang sekali tidak disebutkan flight yang digunakan. Asumsi tidak menggunakan tiket terusan, karenanya sesampai di Singapore harus melewati imigrasi dan ambil bagasi, kemudian check-in atau memasukkan bagasi lagi. Terlalu riskan jika waktu transit hanya 2 jam, belum jika ada delay flight dari Bandungnya.

  2. Mas Toto,

    Mau tanya menyambung pertanyaan pitong.
    Kalau transit dan ganti airline, biasanya harus mengambil bagasi lagi dan kemudian check-in lagi. Untuk ambil bagasi, kita perlu lewat imigrasi. Kalau tidak punya visa, bagaimana caranya ambil bagasi dan check in lagi ?

    Terima kasih.
    Rajasa

    1. Rajasa,
      Untuk menghindarinya bisa dilakukan dengan membeli tiket terusan, meskipun berbeda airline tetapi berada dalam satu aliansi atau terdapat kerjasam code-sharing. Kalau anda beli tiket via travel mereka akan mencarikan tiket terusan tanpa harus check-in. Jika beli online, masukkan kota awal dan kota tujuan, jika sistem menampilkan harga maka dipastikan tiketnya terusan, dan tidak perlu melewati imigrasi dan check-in ulang.

      Jika tiket yang dibeli benar-benar beda airline dan tidak berada satu aliansi atau kerjasama, disamping harus melewati imigrasi (dan ini bisa saja perlu visa) Anda juga juga harus membayar airport tax untuk penerbangan lanjutan. Lain lagi jika tempat ganti pesawat berada di bandara-bandara yrng membebaskan visa bagi passport Indonesia, paling hanya nambah airport tax dan sedikit repot.

      1. Dear p Toto,
        Saya mempunyai tiket penerbangan Beijing-Sing menggunakan Jetstar tiba pukul 09.10, dan akan membeli tiket Sing-SUb dengan Air Asia dengan jarak waktu hanya 2 jam saja (AA berangkat pukul 11.15).

        Menurut Bpk, apakah waktu 2jam tersebut cukup? dan apakah saya masih harus melewati prosedur keluar masuk imigrasi di changi?

        Terimakasih
        Vita

      2. Vita,
        Karena beda airline, nanti di Changi harus melewati imigrasi dulu dan ini makan waktu, setelah itu check-in lagi dan mungkin beda terminal. Saya kira 2 jam terlalu beresiko, belum lagi kalau kedatangannya delay.

  3. Selamat malam mas toto jumpa lagi,,,

    Mz saya akan melakukan perjalan ke belfast,
    Saya akan berangkat dari jakarta dengan rute
    Jakarta – Hongkong – London – Belfast.

    Saya mau tanya nieh,,, ada barang2 yang saya masukkan bagasi,
    1 – apakah setiap pemberhentian seprti saat saya tiba di hongkong apakah saya harus mengambil bagasi saya untuk di pindahkan ke rute ke london ? Dan begitu seterusnya sampai di belfast
    2. Saat tiba di hongkong dan di london apakah saya harus membayar visa arrival?
    3. Tolong jelaskan bagai mana saat tiba di setiap bandara internasional arah dan apa yang harus saya lakukan karna saya belum pernah pergi ke uni eropa, saya cuma pernah ke timor leste.
    Mohon bantuannya mz toto, semoga bisa jadi peganggan.

    1. Pitong, berikut jawabannya :
      1. Tergantung tiket yang dibeli. Jika tiket satu airline, satu aliansi, atau ada kerjasama code-sharing maka tidak perlu bagasi diurus oleh airline. Tanyakan pada travel tempat membeli tiket.
      2. Di bandara manapun jika kita hanya transit dan tetap berada di bandara terbebas dari visa.
      3. Jika hanya transit biasanya akan pindah terminal atau gate, akan ada pemerisaan barang melalui sinar X. Selanjutnya tinggal ikuti petunjuk di bandara karena kedua bandara dilengkapi dengan petunjuk cukup jelas. Kalo arah detilnya saya tidak mungkin hafal karena tergantung gate mana pesawat mendarat.
      Demikian maksimal yang bisa saya bantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s