Lovina Beach yang terus merindukan turis

Bali memang sudah sohor dengan pantai-pantai indahnya. Kuta, Sanur, Nusa Dua, Dreamland, Canggu dan banyak lagi. Pantai Padang-Padang yang dulunya tak terdengar sontak beken setelah digunakan syuting film ‘Eat, Pray & Love’-nya Julia Robert. Namun diantara pantai-pantai indah itu terselip satu yang terlupakan, yakni Lovina Beach. Pantai ini terletak di Bali Utara, tepatnya kota Singaraja di kabupaten Buleleng. Keterbatasan akses yang menyebabkan seakan Lovina Beach luput dari radar para turis dan tak sepopuler pantai-pantai lainnya. Lovina, kendati tak berpasir putih seperti teman-temannya di selatan dan timur, sebenarnya memiliki daya tarik lain yakni masih ada Dolphin di laut sekitarnya. Tak ayal, Dolphin inilah dijadikan maskot pantai ini, juga industri wisata Singaraja.

Sabtu, 10 Desember 2011, untuk pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Lovina. Setelah beberapa hari di Selatan dengan pantainya yang dijejali turis, seakan mendapati Lovina dalam dunia berkebalikan. Pantai ini teramat sepi pengunjung baik turis asing maupun wisatawan lokal sekalipun. Pantai yang menghadap laut Sulawesi ini memang tidak cukup landai, juga tidak menyajikan ombak menawan yang digemari para surfing. Tapi air di pantai ini lebih bening dan bersih. Ketenangan dan sunyi justru menjadi daya tarik lain dari Lovina.

Seorang oma-oma bule sedang menikmati Lovina, diantara penjaja souvenir yang merindukan kedatangan turis

Berbeda dengan pantai Kuta, yang hampir sepanjang bibir pantainya sebagai public beach, pantai-pantai Lovina sebagian besar berada di bagian belakang hotel. Pantai-pantai itu seakan menjadi private beach dan dipisahkan pagar dengan halaman belakang hotel. Pantai untuk umum memang tersedia tetapi tetap saja relatif sepi pengunjung di siang itu.

Sebenarnya banyak yang bisa dinikmati di Lovina dan sekitarnya. Singaraja ke Bali Selatan juga telah tersambung dengan bagus. Disepanjang perjalanan dapat menikmati obyek-obyek wisata populer seperti Kintamani, danau Batur menyambung  ke Pura Tirta Empul dan Istana Tapak Siring. Obyek wisata itu saat ini lebih banyak diaksesdari sisi selatan dan tidak melanjutkan ke Singaraja.

Ketimpangan juga terjadi pada hotel dan restoran di Singaraja dan Lovina. Untuk kualitas setara, tarif kamar sangat murah dibanding dengan hotel di Selatan dan tengah. Jika wacana pembangunan bandara di kawasan Bali Utara teralisir, dan jika kereta wisata keliling Bali benar-benar terbangun, Singaraja baru bisa menggeliat. Tapi kapan itu? Jadi Lovina masih perlu bersabar dan terus merindukan turis berdatangan.

to be continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s