Lima atraksi yang wajib dikunjungi di Beijing (2)

Setelah Ming Tombs & Forbidden City, di hari kedua saatnya menjelajahi 3 atraksi wajib tersisa, yakni Forbidden City, Temple of Heaven dan Summer Palace. Ketiga tempat ini berlokasi di dalam kota Beijing dan relatif berdekatan. Saya tetap menggunakan tour yang sama dan mendapatkan harga $28, lebih mahal. Kali ini dengan rombongan agak banyak, disamping 3 orang dari Amerika ada tambahan 2 dari Australia, dan satu lagi dari Jepang. Duo India teman seperjalanan sebelumnya tidak ikut dalam rombongan kali ini. Meskipun berada di tengah kota city tour ini dirancang hingga sore hari. Seperti sebelumnya, perjalanan hari kedua kembali dimulai sekitar pukul 7 pagi di saat suhu menapak pada 3 derajad celcius. Sangat dingin bagi saya yang terbiasa hidup di daerah tropis. Meskipun harus menahan dingin yang menggigit,  peserta tour tetap semangat menjelajahi 3 atraksi tersisa ini. Dan inilah kisah selengkapnya…..

Tujuan pertama perjalanan hari itu adalah Forbiden City, namun sebelumnya kami mengunjungi Tiananmen Square, lapangan yang sangat terkenal karena demo yang menewaskan banyak mahasiswa China dan menghebohkan dunia itu. Sesuai namanya, ini merupakan lapangan luas seperti alon-alon kota dengan dikelilingi gedung-gedung pemerintahan. Lapangan ini sangat terawat dan rapi dan di tengah Tiananmen Square dipasang 2 layar LCD raksasa yang saat itu menampilkan beberapa tempat indah di China. Tiananmen Square sendiri terletak persis di sebelah utara Forbiden City dan juga menjadi ‘center’ dari kota Beijing. Kalau diamati, tata kota Beijing juga mengelilingi Forbiden City dengan jalan-jalan lingkar luar yang mengelilinginya. Tidak banyak yang dilihat disini, tetapi turis biasanya mengabadikan dengan berfoto pada beberapa spot menarik dari lapangan ini. Cukup berjalan kaki untuk menuju Forbiden City dari Tiananmen Square, karena terdapat ‘under pass’ yang menghubungkan keduanya. (Foto : tentara China sedang berbaris).

Hanya perlu beberapa menit menjangkau Forbiden City dari Tiananmen Square. Kota Terlarang yang pernah dijadikan lokasi syuting film ini merupakan komplek luas. Di dalamnya terdiri dari beberapa bangunan dengan arsitektur sangat mirip. Beberapa gerbang harus dilalui sebelum mencapai bangunan utama. Bangunan-bangunan disini semua berukuran besar dengan detil sangat indah.

Dalam beberapa panduan wisata, Forbidden City yang sering disebut sebagai Kota Terlarang, disebut Gu Gong dalam bahasa China, adalah istana kekaisaran selama dua puluh empat kaisar selama dinasti Ming dan Qing. Ini pertama kali dibangun di seluruh 14 tahun selama pemerintahan Kaisar Chengzu pada Dinasti Ming (1368-1644). Para astronom Tiongkok kuno percaya bahwa Bintang Ungu (Polaris) berada di tengah langit. Istana tempat tinggal para kaisar juga sering disebut sebagai Istana Ungu. Dulunya terdapat larangan untuk memasuki istana ini tanpa izin khusus dari kaisar. Karenanya disebut ‘Kota Terlarang’. Kota Terlarang dibagi menjadi dua bagian. Bagian selatan, atau Outer Court adalah tempat kaisar melaksanakan kekuasaan tertinggi di atas bangsa China. Bagian utara, atau Inner Court adalah tempat tinggal kaisar bersama keluarga kerajaan. Sampai 1924 ketika kaisar terakhir China dikendalikan dari Outer Court, empat belas kaisar dari Dinasti Ming dan sepuluh kaisar dari dinasti Qing yang memerintah di sini. Setelah menjadi istana kekaisaran untuk lima abad, Forbidden City akhirnya terdaftar di UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia Budaya pada tahun 1987 dan menjadikan dan menjadi salah satu atraksi wisata paling populer di seluruh dunia.

Setelah puas menjelajahi Forbidden City, tujuan selanjutnya adalah Temple of Heaven. Temple of Heaven ini jauh lebih besar dari Forbidden City dan lebih kecil dari Summer Palace. Kuil ini dibangun pada 1420 Masehi selama Dinasti Ming untuk mempersembahkan korban kepada Surga. Kaisar Cina menyebut diri mereka “Sang Putra Surga”, mereka tidak berani untuk membangun tempat tinggal mereka sendiri, ‘Forbidden City’ lebih besar dari sebuah rumah untuk Surga.

Temple of Heaven tertutup dengan dinding panjang. Bagian utara dalam dinding adalah setengah lingkaran melambangkan langit dan bagian selatan adalah persegi melambangkan bumi. Bagian utara lebih tinggi daripada bagian selatan. Desain ini menunjukkan bahwa langit dan bumi tinggi rendah dan desain mencerminkan pemikiran Cina kuno ‘surga adalah bulat dan bumi adalah persegi’. Kuil ini dibagi oleh dua dinding tertutup ke bagian dalam dan bagian luar. Bangunan utama terletak kuil di selatan dan utara ujung garis sumbu tengah bagian dalam. Bangunan paling megah adalah The Mound Altar Edaran (Yuanqiutan), Imperial Gudang Surga (Huangqiongyu) dan Rumah Doa untuk panen yang baik (Qiniandian) dari selatan ke utara. Hampir semua bangunan dihubungkan oleh sebuah jembatan yang luas yang disebut Danbiqiao atau Jalan Suci.

Setelah mampir di pusat pengobatan herbal China, saatnya untuk mengunjungi atraksi terakhir yakni Summer Palace (Istana Musim Panas). Terletak di Distrik Haidian Kota Beijing barat laut, Istana Musim Panas berjarak 15 kilometer (9,3 mil) dari pusat kota Beijing. Inilah taman kerajaan terbesar dan paling terawat baik di Cina, yang juga telah lama dikenal sebagai ‘The Museum of Royal Gardens’.

Pembangunan Istana Musim Panas dimulai pada tahun 1750 sebagai taman kerajaan yang mewah untuk istirahat dan sarana hiburan keluarga kerajaan untuk beristirahat. Dalam perkembangannya, kemudian menjadi tempat tinggal utama anggota kerajaan pada akhir Dinasti Qing. Namun, seperti kebanyakan dari taman-taman Beijing, taman ini sempat dihacurkan oleh Angkatan Sekutu Anglo-Perancis. Menurut dokumen sejarah, dengan nama asli sebagai ‘Qingyi Garden (Taman Riak Hapus), Summer Palace (Yiheyuan) diganti namanya setelah rekonstruksi pertama pada tahun 1888. Ini juga dicatat bahwa Janda Permaisuri Cixi menggelapkan dana angkatan laut untuk merekonstruksi itu sebagai sebuah resor di mana untuk menghabiskan sisa hidupnya. Pada tahun 1924, Istana Musim Panas itu terbuka untuk umum. Dan padaIni peringkat di antara Situs Warisan tahun 1998, Summer Palace masuk sebagi warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1998. Anda juga bisa mengelilingi danau dengan menggunakan perahu wisata untuk melihat lebih dekat istana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s