Prime Royal Hotel Review : Sejumput oase di tengah Surabaya

‘Berjalan-jalan di sepanjang pertokoan, di Surabaya yang panas….’. Inilah sepenggal syair yang dulu sering dinyanyikan pengamen di bis-bis kota. Surabaya digambarkan sebagai kota yang panas. Tapi benarkah Surabaya itu panas? Suhu udara rata-rata memang berkata demikian, tapi kota ini sesungguhnya tampak sangat hijau akhir-akhir ini berkat program penghijauan yang cukup sukses. Ruang terbuka yang relatif sempit dimaksimalkan penggunaannya. Surabaya, menjelma menjadi kota jasa dan industri dan tak ubahnya seperti Jakarta dengan ukuran lebih kecil. Pusat-pusat bisnis baru bermunculan, mall-mall bertebaran, begitu juga dengan bisnis perhotelan sebagai penunjang kota jasa. Dulu hotel-hotel terkonsentrasi di tengah-tengah kota sepanjang jalan utama semacam Raya Darmo, Basuki Rahmad, Sudirman dan sekitarnya. Keterbatasan lahan dan pembukaan pusat bisnis baru memicu hotel-hotel baru di wilayah pinggir dan lokasi-lokasi yang tidak populer untuk berdirinya hotel. Dan salah satu hotel baru di Surabaya adalah Prime Royal Hotel, dan inilah review-nya.

Hotel ini berlokasi di wilayah utara yang sebenarnya tidak populer untuk hotel berbintang, berdekatan dengan pasar Blauran yang tampak semrawut karena badan jalan banyak digunakan untuk parkir kendaraan. Prime Royal berada sedikit jauh dari pasar Blauran sehingga sudah tidak tampak semrawut di sekitar hotelnya. Bangunan 5 lantai ini hanya sedikit memiliki lahan parkir, hanya di halaman depan hotel.

Tapi begitu memasuki lobby hotel, sedikit keruwetan di luar seakan terbayar. Hotel dengan desain minimalis kontenporer ini tampak sangat bersih, dan mungkin karena hotel ini masih sangat baru. Resepsionis tampak minimalis dengan hanya ada 2 desk, 1 untuk check-in dan satu lagi untuk check-out. Keberadaan 2 lift cukup melancarkan arus naik turun tamu dengan waktu tunggu yang sangat minim. Disamping resepsionis, di lobby juga terdapat restoran yang juga digunakan untuk sarapan.

Hotel ini memang masih baru, mungkin baru menerima tamu 4 bulan saat saya menginap disana. Menyediakan 70 kamar saya menempati kamar Superior dengan luas 24 meter persegi. Kamar juga didesain sangat simpel. Disamping tempat tidur, kamar mandi, TV flat, lemari, juga dilengkapi dengan safe deposit box dan meja kerja mungil. Dengan desain minimalisnya dinding kamar tidak dilapis wall paper begitu juga lantai tidak berkarpet. Terdapat jendela dengan ukuran tidak terlalu besar yang menyambung dengan balkon untuk tiap-tiap kamarnya. Penggunaan kaca kermin dalam ukuran besar membuat kamar tidur terasa lebih lega. Menurut saya desain kamar cukup menarik, hanya saja pengerjaan akhir (finishing) kurang memperhatikan detil, tidak cukup halus.

Kamar mandi juga didesain minimal dengan pembatas kaca di ruangan pancuran (shower). Fasilitasnya standard di kelasnya. Satu yang menarik bagi saya adalah Accersories Kit untuk mandi dikemas sangat menarik (lihat gambar). Kamar mandinya cukup lega meskipun saluran air di ruang pancuran tidak cukup deras mengalir sehingga air bisa meluber di sisi lain kamar mandi. Toilet juga dilengkapi saluran untuk memudahkan bagi tamu yang tidak terbisa dengan tissue, cuma selang saluran ini tidak dilengkapi dengan pengait, jadi cuma tergeletak begitu saja. Kekurangan dari kamar mandinya adalah kualitas air di hotel ini tidak cukup bagus jadi menyisakan bau air tanah yang kuat yang kurang sedap.

Prime Royal sepertinya sangat cocok untuk pebisnis dan keluarga. Fasilitas WiFi gratis memudahkan tamu untuk bekerja di hotel atau hanya sekedar akses initenet. Hotel ini juga menawarkan mini bar gratis berupa 3 minuman kemasan dan beberapa makanan kecil lain. Pembuat kopi dan teh turut memanjakan tamu untuk sekedar menikmati kopi atau teh di sore hari. Semua kamar di hotel ini adalah non-smoking room, tapi tamu masih dapat merokok di smoking area yang disediakan di tiap-tiap lantai, yakni di selasar dan balkon di luar kamar tidur.

Secara keseluruhan, sesungguhnya saya sedikit ‘surprise’ dengan suasana yang dibangun di hotel ini. Keramah-tamahan khas Indonesia bisa dijumpai di sini. Dan kendati tak menempati lahan yang luas, desain minimalis dan suasana Bali sedikit terasa disini. Alunan musik instrumen Bali dan bau aromaterapi di lobby cukup untuk mengingatkan suasana Bali. Terdapat kolam renang mungil di sisi kiri belakang dengan taman di sekelilingnya. Tanaman kamboja di sisi kolam makin menguatkan kesan Bali dibandingkan Surabaya. Dan seakan menjawab panasnya kota ini hotel ini seakan menjadi sejumput oase di tengah panasnya Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s