Saatnya melakukan Financial Check-Up

Kejutan awal 2011. Harga cabe terbang tinggi. Harga beraspun stabil atas. Inflasi Desember 2010 diatas perkiraan. Terbayang sudah biaya hidup akan makin mahal, sementara gaji belum juga naik. Jika Anda kuatir kenaikan biaya hidup tidak tertutupi oleh penghasilan Anda maka sudah saatnya Anda melakukan financial check-up. Dari sini, kondisi keuangan Anda akan terpotret secara jelas dan Andapun dapat dengan segera melakukan tindakan perbaikan. Bagi Anda yang terbiasa melakukan pencatatan atas semua penghasilan dan pengeluaran maka financial check-up akan sangat mudah dilakukan. Tapi bagi Anda yang masing asing dengan catat-mencatat mulailah untuk membuat catatan-catatan kecil. Anda yang memiliki pendapatan bulanan pasti juga akan dimudahkan dalam checkup ini, sementara bagi Anda yang berpenghasilan tidak tentu maka ada tuntutan untuk melakukannya lebih teliti.

Idealnya, tidak semua penghasilan Anda harus dihabiskan untuk pengeluaran. Batasi pengeluaran hanya maksimal 90% dari penghasilan. Sementara sisanya harus disisihkan sebagai investasi atau tabungan yang bisa digunakan sebagai dana cadangan. Dana cadangan ini hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak yang tidak dalam perencanaan pengeluaran Anda.

Jika Anda berpenghasilan kecil yang berusaha menutup kenaikan kebutuhan, atau bahkan jika Anda merasa berpenghasilan cukup dan tetap tidak memiliki uang sisa, atau ada baiknya menyimak tip singkat bagaimana Anda harus melakukan financial check-up.

  1. Sebagai langkah pertama dan paling penting adalah memotret penghasilan dan pengeluaran Anda. Catat semua pendapatan dan pengeluaran Anda secara bulanan. Lakukan hal ini setidaknya selama 3 bulan agar perilaku keuangan Anda terlihat lebih jelas. Anda akan tahu seberapa besar penghasilan dan seberapa yang Anda keluarkan.
  2. Evaluasi Pengeluaran Anda. Dari catatan pendapatan dan pengeluaran cobalah untuk mengenali pola keuangan Anda, terutama pola pengeluaran. Pola pengeluaran sangat perlu untuk dicermati sebab Anda akan tahu apakah ada pengeluaran yang tidak perlu, tidak seberapa perlu, atau pengeluaran yang tidak mungkin dihindarkan. Ada baiknya kalau Anda mencatat pengeluaran di atas 25.000 atau 50.000. Beri catatan setiap pengeluaran yang Anda keluarkan.Kunci penghematan adalah bedakan antara kebutuhan dan keinginan.
  3. Lakukan langkah 1 dan 2 setidaknya 3 bulan berturut-turut atau bahkan seterusnya. Setelah itu Anda dapat mengenali pola penghasilan dan pengeluaran. Jumlahkan semua pengeluaran yang sifatnya wajib seperti biaya hidup, cicilan rumah, cicilan pinjaman, biaya sekolah, biaya kesehatam. Selanjutnya tentukan batas pengeluaran untuk kebutuhan konsumtif, seperti biaya pulsa, biaya liburan, biaya lain-lain. Biaya kelompok ini yang masing mungkin ditekan. Misalkan, dari tadinya Anda 8x makan malam di luar, Anda bisa pangkas tinggal 4x dalam sebulan. Anda juga mengganti barang-barang yang harus dibeli dengan barang substitusi denagn harga lebih rendah dengan tetap tidak mengurangi kualitas hidup Anda lebih rendah. Bagi Anda dengan penghasilan tetap maka Anda akan cukup mudah karena hanya focus pada sisi pengeluaran, tetapi jika pendapatan Anda berfluktuasi maka akan harus menetapkan target di kedua sisi.
  4. Tentukan target pendapatan dan pengeluaran. Bagi yang berpenghasilan tidak tetap maka tentukan target rasional atas pendapatan Anda. Tapi jika Anda berpenghasilan tetap maka fokuskan pada sisi pengeluaran saja. Misalkan, setidaknya Anda pasti akan menerima gaji rutin 6.000.000. Dan misalkan, seburuk-buruknya Anda masih mendapatkan tambahan penghasilan 1.000.000. Maka pengeluaran Anda harus juga dipatok hanya sebesar 5.400.000 (90% dari gaji). Akan tidak menjadi masalah jika target disisi pendapatan ternyata masih lebih besar, tetapi Anda akan dipusingkan jika terjadi sebaliknya. Jika yang kedua terjadi, maka mau tidak mau Anda kembali harus melakukan evaluasi pengeluaran Anda (seperti nomor 2). Ada yang perlu diingat bahwa Anda boleh melakukan penghematan tetapi khusus untuk pengeluaran makan Anda hanya boleh menghemat dengan tidak mengurangi kebutuhan minimal fisik Anda. Jika anda menghemat habis-habisan biaya makan maka kemungkinan kondisi fisik Anda menurun dan akan muncul kebutuhan lain seperti biaya pengobatan
  5. Berfikirlah untuk mencari pekerjaan atau penghasilan lain jika Anda merasa penghasilan tidak mencukupi meskipun penghematan sudah Anda lakukan. Ingat, bahwa kebutuhan hidup Anda punya kecenderungan untuk meningkat di waktu-waktu mendatang. Ada baiknya kalau Anda membuat perkiraan kebutuhan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Misalnya, tahun depan Anda akan memiliki bayi maka dapat dipastikan Anda akan membutuhkan dana yang cukup besar. Atau jika anak Anda memasuki masa sekolah.
  6. Jika Anda sudah mampu mengendalikan penghasilan dan pengeluaran maka mulailah untuk berinvestasi. Sangat diperlukan disiplin diri yang kuat agar anda dapat secara konsisten untuk menyisihkan uang untuk menabung. Seberapapun besarnya usahakan untuk tetap menyimpannya. Jika Anda lakukan secara rutin dan disiplin maka jumlah yang tadinya tidak seberapa akan terkumpul cukup besar dalam kurun waktu tertentu. Uang tabungan dapat Anda gunakan sebagai dana cadangan sehingga jika ada kebutuhan mendesak maka keuangan Anda tidak akan terganggu. Dan jika simpanan Anda terkumpul cukup besar maka dana inipun dapat Anda gunakan sebagai investasi yang akhirnya akan menambah penghasilan.

Selamat menyongsong 2011, semoga kondisi keuangan Anda tetap baik dan makin baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s