Kupang, akhirnya beta datang juga

Tak seperti biasanya, perjalanan kali ini tanpa persiapan cukup. Selain tiket pesawat Jakarta-Kupang pergi pulang tak ada yang sempat kulakukan. 2 minggu terakhir ini terlalu sibuk bahkan kepastikan berangkat baru kudapat 48 jam sebelumnya. Beruntung, internet membantuku untuk sedikit mencari gambaran tentang Kupang, kota yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Dan memang tidak butuh banyak persiapan. Ini bukan perjalanan bisnis jadi cukup dengan sedikit bawaan. Tas punggung dengan beberapa lembar pakaian, perlengkapan mandi, kamera, dan tentu saja topi. Belum tahu mau nginap dimana, hanya saja pulau Rote adalah tujuan utamanya (foto kiri El Tari 1992 by: panoramio.com, kanan El Tari 2010 koleksi pribadi).

Pesawat Boeing 737-400 Batavia Air yang kutumpangi dijadwalkan berangkat pukul 06 pagi dari Jakarta. Bangun pagi-pagi dan bergegas ke bandara dan menikmati jalanan Jakarta yang masih sepi, hanya perlu 35 menit untuk mencapai bandara. Kendati begitu, Terminal 1-B Soekarno Hatta sudah tampak ramai karena ternyata banyak jadwal penerbangan di jam yang hampir sama. Saat check-in saya sengaja meminta kursi dekat jendela di sisi kanan, petugas Batavia berbaik hati memberikan kursi nomor 6F. Pesawat dengan nomor perbangan 7P-711 itu akhirnya berangkat dengan terlambat 15 menit.

Karena masih menahan kantuk, sayapun tertidur begitu pesawat bergerak untuk persiapan take-off, dan baru 50 menit kemudian terbangun. Cuaca bagus sehingga saya berkesempatan melihat daratan dari balik jendela. Gunung Bromo terlihat indah dari ketinggian, begitu juga saat melintas di atas pulau Bali. Beberapa saat berikutnya, pesawat meninggalkan udara Bali dan mulai masuk wilayah udara Lombok. Gili Air, Gili Meno dan Trawangan tampak jelas dari ketinggian, begitu anggun. Pemandangan menakjubkan lainnya adalah saat Gunung Rinjani terlihat kokoh di bagian utara pulau Lombok. Kawahnya tampak jelas dari ketinggian 33.000 kaki di atas permukaan laut dan kelihatan sebagai bekas letusan hebat di jaman dulu kala.

Melewati pulau Lombok, pemandangan yang tersaji berupa deretan pulau-pulau dan laut yang mengelilinginya. Pada beberapa pulau terlihat bibir pantai yang berwarna putih. Pulau-pulau kecil itu tidak cukup hijau (bukan hutan lebat), sepertinya hanya ditumbuhi pepohonan kecil. Jalan-jalan tak beraspal membentuk jejaring yang merangkai bagian-bagian lain pulau. Langit bersih sehingga laut tampak begitu biru sempurna. Terlihat juga kapal-kapal melaju rapi ke arah selatan diantara beberapa pulau, seperti kapal Angkatan Laut yang sedang berpatroli yang kemungkinan menuju pangkalannya di satu pulau di selatan Rote.

Setelah hampir 2 jam 30 menit mengudara, pesawat segera tiba di Kupang saat waktu setempat menunjukkan beberapa menit jelang pukul 10 pagi. Sudah kelihatan rumah penduduk dengan dominasi atap seng saat pesawat mulai mengurangi ketinggiannya. Tidak ada masalah saat final appoach karena cuaca pagi itu sangat bagus dan tidak ada pesawat lain yang dalam antrian mendarat. Akhirnya sampai juga saya di El Tari Kupang dengan disambut hangatnya udara pagi pulau Timor. Dan pemandangan berbeda langsung tersaji mulai dari orang-orangnya, bagaimana mereka berbicara, suasana bandara yang relatif sederhana tapi tidak tampak semrawut. Kupang, akhirnya beta datang juga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s