Demontrasi Thailand memanas, industri wisata bersiap terjun bebas

11 April 2010, BBC News mengabarkan demonstrasi Thailand memakan korban 20 tewas dan ratusan luka-luka. 3 hari sebelumnya pemerintah Thailand menyatakan kondisi darurat. Jam malam kembali diberlakukan. Demonstrasi oleh Red Shirts yang selalu berkaus merah itu berasal dari kelompok pro Thaksin yang beroposisi dan menuntut PM Abhisit Vejjajiva mundur dan menyelenggarakan pemilu lebih awal.  Demo kali ini bermula 12 Maret 2010 dan diantaranya berhasil menduduki gedung parlemen dan stasiun TV (foto : BBC News). Jauh sebelumnya, demo besar kelompok merah juga terjadi Maret & April 2009 hingga menggagalkan ASEAN Summit April 2009 di Pattaya. Demo kali seakan menjadi jilid lanjutan dari demo sebelumnya itu dan menjadi pergolakan politik dengan korban terbanyak sejak 18 tahun terakhir.

Dulu Thailand dikenal memiliki stabilitas politik paling bagus di kawasan, namun sejak tergulingnya Thaksin keadaan menjadi berbalik. Gejolak politik Thailand bermula dari demo terbesar sebelumnya mampu menggulingkan PM Thaksin saat itu. Pemerintah sementara menyelenggarakan pemilu dipercepat dan dimenangkan oleh PM Somchai Wongsawat yang dianggap kelompok Thaksin. Demo kembali terjadi dalam upaya menggulingkan PM Somchai Wongsawat hingga melumpuhkan bandara Svarnabhumi. Berita penutupan bandara itu menjadi berita internasional karena banyak warga negara asing yang terjebak di bandara tersebut berhari-hari. Demo kaos merah kali ini setidaknya sudah membuat turis mulai berfikir untuk datang ke Bangkok, apalagi diberlakukan jam malam.

Demo berkepanjangan dan telah mengarah pada kerusuhan ini langsung direspon oleh pelaku industri wisata. Maskapai Air Asia mengumumkan untuk memberi beberapa opsi pada penumpang untuk penerbangan dari dan ke Bangkok. Beberapa negara sudah mengeluarkan himbauan kepada warganya untuk menghindari Thailand. Dampaknya bukan hanya terjadi di Bangkok karena demo kelompok merah ini juga merembet ke propinsi-propinsi lain seperti Chiang Mai. Minggu 11 April 2010, jaringan kereta BTS juga sudah tidak beroperasi, begitu juga dengan pusat perbelanjaan mewah di Bangkok sudah tutup sejak Sabtu lalu. Pada perhelatan Indonesia Travel & Holiday Fair Jakarta, kebanyakan pengunjung menanyakan kondisi terakhir dan issue keamanan saat berkunjung di booth Thailand Authority of Tourism.

Industri wisata Thailand akan menjadi yang pertama terpukul dengan pergolakan politik ini. Keadaan terakhir demo ini akan memaksa penundaan turis yang berencana datang ke Thailand, bahkan bisa berujung pembatalan. Kalau ini berlangsung lama bukan saja berdampak industri wisata Thailand tetapi bisa berpengaruh pada ekonomi negara itu. Hal ini mengingat sumbangan wisata yang cukup besar (6%) terhadap perekonomian Thailand. Sudah terbayang, hunian hotel merosot, tour guide akan kehilangan pekerjaan, toko-toko kehilangan pembeli. Bahkan Morgan Stanley memperkirakan demo berkelanjutan ini akan memangkas pertumbuhan ekonomi Thailand sebesar 0,2%.

Sejatinya industri wisata Thailand belum sepenuhnya pulih dari dampak pergolakan politik sebelum ini. Penutupan bandara Suvarnabhumi oleh kelompok kuning saat itu masih menyisakan kenangan buruk. Dan disaat Thailand berupaya keras memulihnya industrinya resesi globalpun datang. Kali ini, pemulihan mungkin akan lebih lama dibandingkan saat demo kaus kuning sebelumnya. Apalagi gaungnya lebih luas dengan terbunuhnya Hiro Muramoto, juru kamera Thomson Reuters.

Artikel Lain :

One thought on “Demontrasi Thailand memanas, industri wisata bersiap terjun bebas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s