Seharian menikmati jalan Dago Bandung

Kalau disebut Jl. Ir H Juanda pasti banyak yang tidak mengenalnya. Tapi jika disebut Jalan Dago Bandung baru banyak yang tahu mengalahkan nama sebenarnya. Jalan panjang yang membentang dari perempatan Jl. Riau hingga Terminal Dago atas memang sangat populer bagi warga Bandung maupun turis. Jl Dago kini malah menjadi satu ikon kota Bandung. Jalan dua arah ini selalu ramai sepanjang hari dan juga hingga larut malam. Akhir pekan jalan ini akan sangat padat, khususnya tambahan mobil Jakarta. Pohon pelindung di tepi jalan menjadikan jalan ini memiliki ciri khas-nya. Dan meskipun sempit, trotoar di sepanjang Dago sudah lumayan tertata, terutama Dago bawah. Jalan yang dulunya merupakan kawasan residensial ini kini beralih fungsi menjadi daerah komersial yang terlihat dengan banyaknya bank, toko-toko, tempat makan di sepanjang jalan. Banyak hal menarik yang bisa dinikmati di Dago, baik siang ataupun malam. Terlebih saat malem minggu, jalan ini menawarkan atmosfir berbeda.

  • Factory Outlet (FO). Disamping kawasan Jl. Setiabudi dan Jl. Riau, Jl Dago juga memiliki banyak FO. Terletak saling berdekatan sehingga memudahkan Anda untuk memuaskan nafsu belanja fashion disini. FO-FO ini bergerombol diantara fly-over hingga simpang Dago. Anda hanya perlu berjalan kaki dari satu FO ke FO lainnya. Anda sebaiknya menengok semua FO-FO tersebut karena desain tokonya berbeda satu sama lain bahkan beberapa punya keunikan tersendiri. Bisa jadi Anda mendapatkan pakaian favourit Anda di FO ini.
  • Distro. Bandung juga dikenal kota Distro. Distro-distro ini juga menyebar di berbagai tempat. Tidak jauh dari Dago, di Jl Trunojoyo Anda akan menemui banyak distro ini, dan juga cenderung bergerombol.
  • Hotel dan Penginapan. Kalau keberadaan FO cenderung bergerombol, lain halnya dengan hotel. Terletak menyebar dari Dago bawah hingga Dago Atas. Tawarannya cukup beragam dari kelas melati hingga bintang 5 pun ada.
  • Wisata kuliner. Bisa dibilang Dago menawarkannya dari siang hingga malam. Banyak restoran dan kafe berdiri sepanjang jalan ini siap memanjakan selera makan Anda. Hampir pada setiap FO selalu dilengkapi dengan kedai makan, mulai dari nasi timbel, yamien, batagor, baso tahu, atau sekedar minum kopi. Cobalah jus strawberry. Dan saat malam tiba, Anda juga bisa menikmati jajanan khas jalan ini. Jagung bakar berbagai rasa atau sekedar minum susu segar bisa jadi pilihan. Jadi, tidak perlu kuatir mencari tempat makan di jalan ini. Restoran cepat saji KFC dan Pizza Hut ada di Dago bawah, Mc Donald ada di simpang Dago. Untuk FoodCourt cobalah The Kiosk, Anda akan mudah mendapatkan makanan2 beken di Bandung hanya di satu tempat. Kedai kopi 24 jam ada di Plasa Dago.
  • Oleh-oleh dari Bandung. Toko Kartikasari yang terkenal itu juga membuka outlet di jalan Dago bawah, jadi tidak perlu jauh-jauh untuk mencari oleh-oleh khas Bandung. Di depan toko ini Anda juga masih bisa menikmati jajajan khas lain, yakni batagor, di siang hari. Meskipun dijual di gerobak, rasa dan harganya layak untuk dicoba. Brownies kukus atau klappertaart banyak dijual moko (mobil toko) disepanjang jalan ini.
  • Pengamen khas malam minggu. Hanya di kawasan ini terlihat pengamen-pengamen dadakan muncul saat malam minggu. Mereka terdiri dari anak-anak muda dengan jumlah sangat banyak, biasanya mahasiswa/mahasiswi. Meskipun terkadang keberadaannya mengganggu, namun ada baiknya dinikmati saja gaya ngamen mereka.
  • Hiburan. Jl Dago relatif bersih dari hiburan malam, jadi tempat inipun cocok buat semua usia. Hanya ada sedikit tempat disini, untuk karaoke bisa dinikmati di Plasa Dago dan bioskop ada di BIP.
  • Penjual bunga. Di sekitar perempatan banyak dijumpai penjual bunga, biasanya mereka menawarkan mawar baik setangkai atau dalam bentuk ikatan bebeberapa tangkai. Ada baiknya untuk membelikan pasangan Anda untuk melengkapi romatisme malam minggu Anda.

Jadi selalu sempatkan waktu untuk menikmati Jalan Dago jika berlibur di Bandung. Belanja, makan, dan keindahan dan keunikan jalan Dago bisa menjadi oleh-oleh lain yang tetapi bisa dikenang.

Tempat makan pilihan

  • Bebek Ali (Bor-Me), di Jl Hasanudin belakang RS St Borromeus. Tempat ini ramai pengunjung yang rata-rata anak muda.
  • Sop Kaki Jl. Dipati Ukur seberang BCA, buka tiap hari mulai pukul 18.00 kecuali Minggu
  • Restaurant Madame Sari, berada satu gedung dengan Kartika Sari, terletak di belakang Kartika Sari. Menyajikan makanan Indonesia pilihan.
  • Suis Butcher, Plasa Dago lantai 1, masakan Eropa
  • Prefere 72, di depan Kartika Sari Dago
  • The Kiosk, di depan Plasa Dago, kumpulan makanan populer di Bandung
  • Ngopi Dulu Cafe, Jl Teuku Umar
  • Bebek Betutu, Jl Panatayudha
  • Timbel Dago, Jl Dago buka siang hari
  • Sambara, restoran Sunda, Jl Diponegoro
  • Bakmie Jawa, Jl Dipati Ukur 67
  • Gampoeng Aceh, makanan khas Aceh, Jl Dago di sebelah Holiday Inn
  • Timbel di depan Superindo, juga Jagung bakar 4 rasa
  • Simpang Raya, masakan Padang di depan Superindo

Bandung dapat dijangkau dari :

  • Jalan darat dari Jakarta (via Cipularang), Cirebon, Jateng
  • Udara dari Bali (Air Asia, Merpati), Surabaya (Merpati, Sriwijaya Air, Wing Air), Medan (Air Asia), Singapore (Air Asia), dan Kuala Lumpur (Air Asia, Malaysia Air), Jogja (Wing Air).

3 thoughts on “Seharian menikmati jalan Dago Bandung”

  1. wah saya tau tuh tempat2 makannya…wong kita sering makan bareng ya pak.. pantesan bebek ali ditaro nomor satu… hahahaha

    1. Mike, susah dapet tempat duduk di bebek Ali (Borme), tambah ramai aja. Ada rumoh makan Aceh di depan gereja Jl. Diponegoro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s