Menebar jejaring turis dari Bali

Pura BesakihTak perlu lagi meragukan popularitas Bali bagi wisatawan asing. Bali adalah magnet kuat penarik turis untuk terus datang. Dan inilah penyebab  turis yang datang ke Bali juga rata-rata ‘repeater guest’, datang ke Bali bukan hanya sekali. Banyak dari mereka yang selalu rutin berlibur ke pulau ini. Sejatinya dengan kembalinya mereka ke Bali untuk kunjungan kedua dan seterusnya telah menunjukkan betapa kuatnya daya tarik pulau ini. Namun untuk jangka panjang, turis-turis yang rajin ke Bali ini perlu terus ditawarkan sesuatu baru. Inilah tantangan para pemangku kepentingan wisata Bali untuk terus menyajikan menu wisata baru. Kabar bagus telah datang yakni dengan mulai dibangunnya terminal internasional Ngurah Rai Airport. Bali juga membuka kesempatan bagi daerah-daerah di sekitar Bali untuk mengintegrasikan industri wisatanya dengan Bali. Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jogja, Jawa Barat selayaknya ikut memburu turis dari sini, Bali. Jejaring wisata dapat dimulai dari sini.

Sederhananya, akan lebih mudah bagi daerah-daerah sekitar itu untuk mengarahkan turis-turis itu berkunjung ke daerah-daerahnya. Misalnya Lombok, daerah ini kaya akan tempat-tempat menarik dan untuk menjangkaunya hanya perlu waktu tidak sampai setengah jam via udara. Pulau Komodo yang saat ini masuk nominasi The New7Wonders of Nature akan sangat menarik bagi turis yang sudah berada di Bali. Begitu juga dengan Surabaya, dapat ikut menjual Bromo kepada turis yang telah berada di Bali. Sama halnya dengan Jogja, Bandung, NTT, Wakatobi Sultra, Banyuwangi.

Ngurah Rai 2Berdasarkan pengamatan sepintas sepertinya upaya menjaring turis dari Bali ini belum dilakukan maksimal oleh pelaku industri di daerah-daerah itu. Mereka lebih cenderung menggaet turis dari negara asalnya, meskipun ini memerlukan upaya lebih serius, begitu juga biaya promosi yang besar. Akan lebih sulit untuk menarik turis langsung dari negeri asalnya jika tidak memiliki daya tarik luar biasa. Saat ini, biro wisata di Bali juga hanya sedikit menawarkan paket lanjutan ini, paling populer hanya ke Lombok dan Jogja.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh pelaku wisata di daerah-daerah itu? Cara mudah tentu saja dengan mengenalkan potensi wisatanya langsung di Bali. Tidak ada salahnya kalau daerah-daerah itu juga memiliki perwakilannya di Bali. Biro wisata perlu digandeng untuk membantu memasarkan wisata daerah-daerah sekitar. Telah tersedianya penerbangan langsung dari Bali ke Jogja, Surabaya, Lombok, merupakan modal awal untuk mengemas paket-paket lanjutan ini. Kalau sinergi ini bisa berjalan bukan hanya daerah-daerah sekitar yang mengambil manfaat tetapi juga Bali.

Saya perkirakan kalau daerah-daerah ini lebih serius menggarap turis-turis asing yang sudah berada di Bali, tingkat kunjungan ke daerah-nya akan terdongkrak. Tidak ada perbedaan apakah turis itu datang langsung dari negaranya atau datang dari Bali. Memang, tidak ada yang salah dengan langsung menjemput turis dari asal negaranya, tapi dengan kombinasi dengan menjemputnya di Bali, biaya promosi yang dikeluarkan akan menghasilkan kunjungan lebih banyak lagi. Jadi mengapa tidak dicoba?

Dukung Komodo untuk menjadi The New7Wonders of Nature, klik disini untuk mengikuti pollingnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s