Cara Bangkok memanjakan turis asing

Signage Prayer Room2Surprise saat mendapati ‘signage’ disamping pintu masuk Robinson Department Store Sukhumvit. Ada mushola di lantai 2 Robinson. Kondisi mushola itu cukup bagus dan bersih dan berada di lantai belanja, bukan di basement. Fasilitas pendukung mushola juga memadai. Muslim di Thailand sendiri merupakan minoritas dan hanya berjumlah sekitar 4% saja. Mushola itu tentu saja lebih banyak ditujukan untuk turis-turis Muslim yang berlibur di Bangkok, khususnya dari ASEAN, Asian Tengah dan Timur Tengah. Di Indonesia sendiri, negara dengan mayoritas penduduknya muslim, mushola sering ditempatkan hanya pada ruangan sisa dan berlokasi di basement dengan fasilitas ala kadarnya. Inilah cara pebisnis Thailand untuk suatu kenyamanan bagi turis-turis muslim, tidak memerlukan banyak biaya tapi sangat mengena.  Adakah cara-cara lain?

Thailand menyediakan prasarana bagus untuk kenyamanan turis. Transportasi sangat beragam, pendukung industri wisata juga ditata lumayan apik. Disamping upaya seperti yang Robinson lakukan itu, masih ada upaya untuk memanjakan turis, diantaranya adalah :

  • Turis asing berhak refund atas pajak pertambahan nilai dari setiap belanjaan selama di Thailand. Disamping di bandara, loket refund juga terdapat di mall/mall atau toko-toko besar. Thailand sepertinya ingin mendorong turis-turis untuk berbelanja sebanyak-banyaknya. Sebenarnya tax refund ini sudah banyak dilakukan di negara-negara lain, hanya kemudahan refund yang membedakan.
  • Thailand juga menyediakan polisi khusus untuk turis asing. Hotline-pun disiapkan dan polisi khusus ini juga berada di tempat-tempat wisata. Sepertinya Thailand berusaha memberikan rasa nyaman bagi turis yang datang.
  • Terkadang kita agak enggan menukarkan uang dengan mata uang lokal saat tiba di Bandara karena nilai tukarnya yang biasanya lebih mahal. Namun di Suvarnabhumi Airport terdapat banyak money changer dengan nilai tukar sama dengan outlet mereka di kota bawah (down-town). Money Changer ini kebanyakan bank-bank besar dengan standar layanan yang sangat bagus, jadi tidak perlu ragu apalagi ada tawar menawar.
  • Tour Guide harus mendapatkan lisensi dari Tourism of Authority of Thailand (TAT). Ini memberikan kenyamanan dan jaminan jika terjadi hal-hal buruk dari tour guide tersebut. Name Tag dan lisensi selalu dikenakan saat tour guide ini mengantarkan tamu.
  • DFS2Suvarnabhumi Airport memiliki fasilitas lengkap untuk kenyamanan turis-turis ini. Fasilitas ini juga memudahkan untuk pindah pesawat atau mencari penerbangan lanjutan. Check-in counter domestik berada pada tempat yang sama internasional. Suvarnabhumi sendiri merupakan bandara dengan hak angkut kelima, dimana pesawat dari negara tertentu dapat menurunkan dan mengambil penumpang untuk tujuan negara lain. Misalnya KLM dapat menurunkan penumpang di Bangkok sekaligus mengambil & menerbangkan penumpang untuk tujuan Singapore. Pengamanan & pemeriksaan barang di bandara juga cukup ketat, dianataranya dompet, ikat pinggangpun harus dilewatkan x-ray detector.

Nah upaya-upaya Thailand yang membuat turis-turis asing rajin berlibur ke sana. Pada saat kondisi politik tidak stabil sekalipun, Thailand tahun lalu masih mampu menjaring turis lebih dari 9.854.672.

Artikel Bangkok lainnya :

4 thoughts on “Cara Bangkok memanjakan turis asing”

  1. dear pak toto

    pak saya ga ngerti dg refund di mall
    artinya kita harus nyimpen struk belanja kita ya pak?
    apa itu berlaku utk barang2 yg di beli di street market atau pasar yg ga ada struk?

    kemudian saya mau tanya,
    di malaysia tidak memberlakukan refund ya pak?atau saya emg ga tahu ya??he..he,,
    makasi byk pak
    maap nanya2 terus nih

    1. Eka lagi,
      Refund (pengembalian PPN) tidak berlaku di semua toko. nah jika belanja di mall yang ada refund-nya hampir pasti semua belanjaan di mall itu bisa di refund, tentu saja dengan membawa struk dan barang belanjaan.
      Kalo Malaysia saya belum pernah. Singapore memberlakukan hal sama, juga Indonesia secara terbatas.

  2. Kalo di Jakarta saya lihat sudah mulai banyak mall-mall kelas atas yang menyediakan mushola yang bagus. Tapi di mall menengah biasanya juga spt Anieta katakan itu. Tks udah mampir di blog saya.

  3. Gw juga sering sebel liat mall di Indo, tempat sholatnya udah di basement, kecil, becek, dan suka dipakai tiduran. Coba kalo ditaruh di lantai belanja, pasti lebih baik lagi. Smg para pemilik mall baca juga artikel ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s