Berinvestasi di Reksadana dan biaya-biayanya (Reksadana Part-4)

Financial02Setelah mengenal jenis reksadana berikut risikonya, sekarang saatnya mengenal bagaimana caranya berinvestasi di reksadana. Di pasar, telah tersedia begitu banyak produk reksadana kelolaan berbagai Manager Investasi (MI). Koran-koran bisnis, seperti Bisnis Indonesia, Investor Daily dan Koran Kontan, memuat perkembangan produk reksadana ini tiap hari. Sebelum menentukan produk yang sesuai untuk Anda, anda baiknya ikuti tips ringkas berikut.

Penting untuk diperhatikan sebelum investasi di reksadana

  • Pertama, Anda harus mengenali risk profile Anda sendiri, apakah konservatif, moderat, atau agresif.
  • Tentukan dana investasi Anda dan kapan peruntukan dana tersebut. Peruntukan ini menentukan horison investasi Anda dan sekaligus mempengaruhi produk reksadana yang tepat. Reksadana hanya dialokasikan untuk investasi, jadi jangan gunakan dana harian untuk membeli reksadana. Untuk dana harian sebaiknya tetap disimpan di tabungan.
  • Menentukan produk reksadana sebaiknya mempertimbangkan risk profile dan horison investasi Anda. Misalnya,  Anda memiliki dana 10 juta dan baru akan digunakan dalam 5 tahun mendatang, Anda masih muda dan cenderung memiliki risk profile agresif, maka untuk return (imbal hasil) yang optimal sebaiknya Anda memilih reksadana saham.
  • Kunjungi Manager Investasi atau Agen Penjual Reksadana (biasanya bank-bank besar juga bertindak sebagai agen penjual). Manajer Investasi atau Agen Penjual ini dapat membantu Anda menentukan produk reksadana. Tapi ingat bahwa tidak semua Agen Penjual memiliki banyak produk reksadana. Bank-bank besar biasanya mengageni cukup banyak reksadana. Tanyakan tentang biaya-biaya yang timbul pada pembelian ini. Tidak semua MI menetapkan ragam biaya dan besaran yang sama. Tidak semua jenis reksadana mengutip biaya yang sama. Penting untuk tetap diperhatikan adalah bagaimanapun juga agen-agen tersebut memiliki kepentingan agar uang Anda diinvestasikan melalui mereka, jadi keputusan harus tetap pada Anda.
  • Settlement transaksi. Sebelum menyelesaikan transaksi, pastikan bahwa Anda mendapatkan informasi memadai dari reksadana yang akan dibeli. Tanyakan prospektus reksadana yang Anda minati, dan cobalah untuk memahami isinya. Kemudian cocokkan nomor rekening penampung dana Anda dengan yang tertera di prospektus.

Manajer Investasi mendapatkan penghasilan dari fee mengelola dana investor, sehingga investor akan dikenakan biaya-biaya pengelolaan. Biaya-biaya yang timbul pada investasi reksadana biasanya adalah :

  • Subscription Fee. Biaya ini muncul pada saat pertama kali Anda membeli reksadana, besarnya bervariasi sebesar sekian persen dari dana investasi Anda. Beberapa reksadana membebaskan biaya ini, biasanya hanya terjadi pada reksadana pasar uang. Pengalaman saya, besarnya subscription fee ini terkadang lebih murah jika Anda membeli reksadana di Agen Penjual dibandingkan langsung beli lewat Manager Investasi.
  • Redemption Fee. Biaya ini akan dikutip saat Anda melakukan redemption (menjual) yang besarnya juga bervariasi. Beberapa produk reksadana membebaskan biaya ini jika investasi melebihi waktu yang disyaratkan (misalnya 6 bulan atau 1 tahun).
  • Switching Fee. Jika Manager Investasi memiliki banyak jenis reksadana kelolaan maka sangat dimungkinkan Anda melakukan switching (pengalihan) dari satu produk ke produk lainnya. Normalnya pengalihan ini akan dikenakan switching fee yang lagi-lagi besarnya juga beragam.
  • Biaya lain-lain yang meliputi biaya transfer atau meterai.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membeli reksadana :

  • Kembali diingatkan bahwa reksadana apapun jenisnya memiliki risiko (baca artikel Part-3).
  • Pada dasarnya adalah sama membeli lewat reksadana langsung ke MI atau melalui Agen Penjual. Namun biasanya membeli lewat Agen penjual, yang berupa Bank, memiliki kepraktisan dan fleksibel karena Agen Penjual biasanya juga menjual produk dari MI berbeda. Kepraktisan juga karena lalu lintas dana akan diurus oleh agen penjual, apalagi kalau Anda memiliki rekening di bank tempat agen penjual berada.
  • Jika Anda membeli lewat Agen penjual pastikan agen Anda memiliki lisensi menjual reksadana. Setidaknya agen tersebut harus memegang lisensi WAPERD (Wakil Agen penjual Reksadana). Jangan ragu untuk menanyakan hal ini.
  • Pastikan bahwa produk reksadana tersebut legal. Ada cara gampang untuk ini, yakni lihat apakah reksadana tersebut terdapat pada daftar di koran-koran bisnis, atau Anda juga bisa melihatnya di situs http://www.infovesta.com.
  • Pastikan transfer dana dikirim ke rekening sesuai prospektus (rekening Bank Kustodian). Sebab Bank Kustodian inilah yang diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan Administrasi Investasi . Simpan bukti transfernya.

Nah jika Anda sudah menentukan membeli suatu reksadana, maka jangan lupa untuk memantaunya secara berkala. Anda tidak perlu memantau tiap hari, apalagi jika horison investasi Anda adalah jangka panjang. Anda cukup melakukannya sebulan sekali saat laporan perkembangan reksadana Anda terima.

Baca juga artikel sebelumnya (lihat di Archive April 2009):

Bagian 1 : Mengenal Investasi Reksadana (Reksadana Part-1)

Bagian 2 : Karakteristik dan Jenis Reksadana (Reksadana Part-2)

Bagian 3 : Mengenal Manfaat dan risiko reksadan (Reksadana part-3)

Artikel selanjutnya :

Bagian 5 akan dibahas Nett Asset Value atau Nilai Aktiva Bersih.

Bagian 6 akan dibahas Unit Link dan perbedaanya dengan reksadana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s